Jumat, 20 Mei 2022

Risma Minta Bagi Pasien yang Isolasi di Rumah Lebih Disiplin Protokol Kesehatan

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya. Foto: Humas Pemkot Surabaya

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya meminta kepada warga yang terkonfirmasi Covid-19, yang tinggal di rumah besar untuk tetap melakukan isolasi mandiri di tempat yang terpisah dengan anggota keluarganya. Hal ini penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan menekan angka kasusnya.

Risma mengungkapkan, berdasarkan data terbaru, tren penyebaran kasus Covid-19 saat ini banyak ditemukan di perumahan-perumahan elit atau rumah besar. Meskipun pasien itu sudah isolasi mandiri di dalam rumah, tapi ternyata dia masih menyebarkan ke anggota keluarganya.

“Seringkali pasien menyampaikan saya isolasi mandiri karena rumah besar. Saya bisa mandiri. Kenyataannya dari data yang saya baca, itu banyak yang tinggal di rumah besar, tetapi akhirnya satu keluarga terkena semuanya,” kata Risma di Balai Kota, Rabu (29/7/2020).

Menurutnya, tidak semua orang memiliki kondisi dan kekebalan tubuh yang sama. Itulah mengapa Risma meminta agar orang yang pertama positif Covid-19 langsung berpindah tempat untuk isolasi mandiri. Baik isolasi di Hotel Asrama Haji maupun tempat karantina lain yang dirasa aman.

“Makanya sekarang saya berusaha bagaimana kami bisa merayu untuk yang pasien pertama positif bisa isolasi mandiri,” papar dia.

Risma mencontohkan misalnya di dalam rumah terdapat anak-anak atau lansia yang juga rentan terhadap penularan. Meskipun secara fisik sudah tidak ada kontak, namun jika tetap tinggal dalam satu rumah, resikonya dinilai masih cukup besar.

“Tapi kadang bagaimana dengan pakaian kotor. Akhirnya satu keluarga tertular semua. Permasalahannya ada yang kuat, ada yang bayi, ada yang masih anak-anak. ini akan berputar terus dalam satu keluarga itu,” urainya.

Jika rantai penularan di dalam rumah tidak diputus, maka dikhawatirkan akan terus berputar antar keluarga yang berada di rumah itu. Oleh karenanya, Wali Kota Risma benar-benar berharap agar pasien mau untuk melakukan isolasi mandiri di tempat terpisah dengan keluarga mereka.

“Misalnya anaknya negatif, ibunya positif tertular lagi begitu seterusnya. Karena itu saya mohon sekali lagi pasien yang pertama positif untuk isolasi supaya keluarga lainnya tidak tertular,” imbuhnya.

Sementara itu, Febria Rachmanita Kepala Dinas Kesehatan Surabaya menambahkan, berdasarkan data terbaru per hari ini, pasien yang sembuh terus meningkat, hingga saat ini angka komulatif kesembuhan sebanyak 5.001 orang. Sementara untuk pasien yang rawat jalan berjumlah 1.371 orang.

“Untuk rawat inap 1.174 dan tamu Hotel Asrama Haji saat ini 248 orang,” katanya. (bid/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya
Surabaya
Jumat, 20 Mei 2022
26o
Kurs