Rabu, 12 Agustus 2020

Seorang ABK yang Hilang Berhasil Ditemukan Pendengar SS

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bernama Feza Septian Hartoyo saat ditemukan Andi Waluyo pendengar Radio Suara Surabaya di depan Hotel Primebiz, Surabaya, Jumat (3/7/2020). Foto: Andi via Whatsapp SS

Seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bernama Feza Septian Hartoyo, akhirnya berhasil ditemukan salah satu pendengar Radio Suara Surabaya (SS), setelah sebelumnya dilaporkan hilang pada Jumat (3/7/2020) sekitar pukul 15.30 WIB.

Hartoyo (52) melaporkan pada Radio Suara Surabaya bahwa anaknya yang bernama Feza hilang. Feza terakhir naik sepeda dari rumahnya di Gunungsari, Surabaya sekitar pukul 14.30 WIB. Pihak keluarga sudah mencari di kawasan Joyoboyo, juga di Kebun Binatang Surabaya (KBS) hingga Karah, tapi masih belum ditemukan.

“Anak saya ABK, namanya Feza Septian Hartoyo usia 12 tahun. Ciri-cirinya tinggi 135 sentimeter, badannya kurus, kulitnya sawo matang dan rambutnya lurus agak merah potongan pendek. Pakai masker Persebaya naik sepeda BMX warna putih merah,” kata Hartoyo kepada Radio Suara Surabaya, Jumat.

Untungnya, tidak sampai satu jam, Feza akhirnya berhasil ditemukan oleh Andi Waluyo (36) pendengar di sekitar Jalan Injoko, Surabaya.

Ia mengaku, saat melihat Feza, ia sedang melaju dari arah Samsat Ketintang menuju Masjid Nasional Al-Akbar. Saat akan putar balik di Jalan Gayung Kebonsari, ia melihat ada seorang anak laki-laki dengan membawa sepeda BMX warna merah putih.

Anehnya, anak itu terlihat tidak sedang mengayuh sepeda, namun hanya memancal menggunakan kaki. Dari sana, ia menduga anak tersebut merupakan ABK. Kemudian, Andi terus melanjutkan perjalanannya.

Beberapa menit setelahnya, ia yang saat itu sedang mendengarkan Radio Suara Surabaya, mengetahui bahwa ada pendengar yang melaporkan kehilangan anaknya yang merupakan ABK dengan membawa sepeda BMX warna merah. Menyadari hal itu, Andi langsung memutar balik mobilnya ke Jalan Injoko untuk memastikan ABK yang ia temui tadi apakah Feza yang dilaporkan di Radio SS.

“Setelah itu, saya mutar mau ke arah tujuan saya. Lalu dengar ada yang kehilangan anak. Saya kepikiran, tadi kok sepeda BMX warna merah, lalu saya balik dulu, apa benar dia,” cerita Andi kepada Radio Suara Surabaya, Jumat sore.

Setelah putar balik untuk memastikan apakah anak yang ia temui Feza yang dilaporkan Radio SS, ternyata anak tersebut sudah berada di depan Hotel PrimeBiz. Mengetahui bahwa ciri-cirinya sama dengan yang dilaporkan di radio, Andi langsung turun dari mobilnya dan melaporkannya ke Radio SS.

“Pas balik, anak itu sudah di depan Hotel PrimeBiz. Saya parkir mobil saya, saya deketin. Alhamdulillah (benar Feza). Saya kasih air dan roti. Tapi rotinya nggak dimakan, cuma airnya aja yang diminum,” ujarnya.

Saat melaporkan ke Radio SS, Andi lalu dihubungkan oleh tim gatekeeper dengan ayah Feza, Hartoyo. Ia kemudian menghubungi Hartoyo dan memberi tahu posisi mereka saat itu.

“Setelah dikasih (nomornya) sama Mbak Nanda (gatekeeper), saya kontak Pak Hartoyo ternyata sudah di sekitar Kebonsari. Saya bilang kalau tidak tahu hotelnya nanti kontak lagi. Saya masih nunggu di depan hotel. Saya keluar mobil, Pak Hartoyo sudah manggil-manggil,” tambahnya.

Hartoyo yang sampai di lokasi langsung menangis menemui anaknya dan Andi. Hartoyo saat itu ketepatan datang seorang diri menggunakan sepeda motor. Karena dirasa kesulitan untuk membawa pulang Feza bersama sepedanya, akhirnya Andi menawarkan diri untuk membantu mengatar Feza pulang ke rumah.

“Saya bilang ‘Pak, bisa bawanya ta? Kalau nggak bisa ndak papa saya antar saja’. Lalu beliau bilang kalau takut merepotkan, tapi saya bilang nggak merepotkan,” ceria Andi. Apalagi, Andi melihat Feza bertemu ayahnya membuatnya ingin menangis, karena ia sendiri juga mempunyai anak di rumah.

“Saya tadi hampir menangis soalnya saya teringat anak saya di rumah,” imbuhnya.

Kembalinya Feza ke keluarga merupakan salah satu dari rentetan kasus orang hilang yang berhasil ditemukan para pendengar Radio Suara Surabaya. Menurut mereka, dapat meluangkan tenaga dan waktu untuk membantu sesama merupakan kebahagiaan tersediri yang sulit diungkapkan.(tin/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Rabu, 12 Agustus 2020
26o
Kurs