Rabu, 8 Desember 2021

Seorang Warga Korut Dicurigai Terinfeksi Covid-19

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Foto : Ilustrasi Antara

Kim Jong Un Pemimpin Korea Utara mengelar pertemuan darurat politbiro setelah seseorang yang dicurigai membawa virus corona kembali dari Korea Selatan usai menyeberangi perbatasan secara ilegal Juli ini, menurut media pemerintah, Minggu (26/7/2020).

Jika terkonfirmasi, maka kasus itu akan menjadi yang pertama diakui secara resmi oleh otoritas Korea Utara, yang sejauh ini mengklaim tidak ada pengidap Covid-19 di negara itu.

Kim menyatakan status darurat dan memberlakukan penguncian di kota perbatasan Kaesong, menyebutnya sebagai situasi genting di mana virus ganas dapat dikatakan telah memasuki negara tersebut, seperti dilansir KCNA yang dilansir Antara.

KCNA melaporkan seseorang yang membelot ke Korsel tiga tahun lalu kembali menyeberangi perbatasan, yang memisahkan dua Korea, dengan gejala mirip Covid-19.

“Peristiwa darurat terjadi di Kota Kaesong, di mana seseorang yang kabur ke Korsel tiga tahun lalu, yang diduga terinfeksi virus ganas kembali pada 19 Juli setelah secara ilegal melewati garis demarkasi,” kata KCNA.

KCNA tidak menyebutkan secara spesifik apakah seseorang itu telah dilakukan tes, namun mengatakan “hasil belum pasti diperoleh dari sejumlah pemeriksaan medis sekresi dari organ pernapasan dan darah orang tersebut, memicu petugas untuk mengarantina orang tersebut dan menyelidiki siapa pun yang mungkin telah melakukan kontak dengannya.

Korut menerima ribuan alat tes Covid-19 dari Rusia dan negara-negara lainnya serta menutup perbatasan secara ketat. Ribuan orang di Korut menjalani karantina namun baru-baru ini otoritas terkait melonggarkan pembatasan Covid-19.(ant/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Rabu, 8 Desember 2021
24o
Kurs