Minggu, 29 Mei 2022

Surabaya Sudah Penuhi Kriteria PSBB dari Kajian Epidemiologis

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Ilustrasi. Jalan Tunjungan Surabaya yang ditutup sementara sebagai kawasan physical distancing. Foto: Totok suarasurabaya.net

Kota Surabaya sudah memenuhi kriteria Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilihat dari sisi kajian epidemiologis.

Joni Wahyuhadi Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim mengatakan, setidaknya ada dua syarat yang terpenuhi. Pertama, signifikansi peningkatan jumlah kasus dan ketersediaan sarana faskes di kota Surabaya.

“Surabaya ini episentrum (kasus Covid-19) di Provinsi Jatim. Kalau di Surabaya, grafis meningkatannya cukup tajam. Kemudian perbandingan dengan pusat layanan yang ada saat ini dibanding dengan kenaikannya itu juga seandainya semuanya masuk rumah sakit, tidak cukup lagi. Jadi, grafisnya linier naik terus,” ujar Joni pada Kamis (16/4/2020).

Ia mengatakan, kondisi tersebut sudah termasuk signifikan dari kajian epidemiologis yang menjadi syarat PSBB.

“Jadi ini nanti kalau memang dilakukan pertimbangan untuk PSBB, harus dikaji oleh tim ahli,” tegasnya.

Berdasarkan koordinasi dengan tim ahli dari FKM Unair, Joni mengatakan, ada beberapa hal yang harus dipenuhi Surabaya untuk mengatasi Covid-19.

“Satu harus menyediakan layanan kesehatan yang komprehenaif untuk mengantisipasi lonjakan berikutnya. Tim satgas, sudah mulai melebarkan. Di RS Unair juga, di RSUD Dr Soetomo juga. Di RSJ Menur jiga. Kedua, harua dilakukan studi epidemiologis oleh tim terus menerus supaya (penyebarannya) bisa dikendalikan,” jelasnya.

Sebagai informasi, per Kamis (16/4/2020) jumlah kasus positif Covid-19 di Surabaya berjumlah 246 kasus. Sedangkan PDP berjumlah 634 orang, dan ODP berjumlah 1.659 kasus. Pasien yang sembuh berjumlah 43 orang, dan jumlah pasien meninggal 24 orang.(bas/tin/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
27o
Kurs