Jumat, 27 November 2020

Wali Kota Suroboyo Mbois Muncul Tanpa Rekom Parpol

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Tangkapan layar Youtube, Suroboyo Mbois tv, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Suroboyo Mbois. Foto: Dok, Suarasurabaya.net

Pilkada Kota Surabaya 2020 baru memasuki babak awal, pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon). Sampai, di hari terakhir deadline KPU, hanya dua bapaslon yang mendaftar yakni pasangan Eri Cahyadi-Armuji dan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno.

Perhatian beberapa netizen kini teralihkan pada kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota Suroboyo Mbois yang tiba-tiba muncul di media sosial. Kehadiran duet pemimpin imajiner itu seolah menjadi penyegar di tengah dimulainya pesta demokrasi di Pilkada Surabaya 2020.

Beberapa respons kegembiraan diluapkan para netizen setelah melihat gaya dialog Suroboyoan yang ditampilkan pasangan Kuncar-Agnes Wali Kota dan Wakil Wali Kota Suroboyo Mbois itu.

“Kocak. Suka kontennya,” tulis akun Bustomi Menggugat di kolom komentar channel youtube Suroboyo Mbois TV.

“Asli suroboyo iki jos wesss, tambah mboisss,” tulis komentar akun noise indie surabaya.

Konten pertama yang diupload berjudul “Inilah, Wali Kota yang Kemunculannya Tanpa Rekom” telah ditonton seribu lebih netizen. Konten ini diawali dengan tayangan profil pasangan Kuncar-Agnes sebagai pemimpin kota Suroboyo Mbois. Sebuah kota imajiner yang diharapkan bisa bikin nyaman penghuninya.

Dialog yang menyerempet kritik pembangunan kota Surabaya mulai tampak di episode kedua. Ketika duet dua pemimpin ini jalan jalan ke sekitaran Jalan Kapas Jaya. Berbincangan di sebuah jembatan sungai kumuh seperti memberi kritik kalau Kota Surabaya seharusnya memberi kenyamanan bagi warga yang tinggal. Maka, konten itu diberi judul “Kolaborasi Hidup dan Mati. Bila infrastruktur dibangun tentu mengedepankan kenyamanan penghuninya.

“Iki soal tata kota cak Wal, termasuk masalah lingkungan,” kata Agnes dalam salah satu berbincangan dengan Kuncar di pinggir sungai kumuh.

Di episode ketiga, duet Kuncar-Agnes kembali menyentil masa depan berkesenian di Kota Surabaya yang kian gelap. Kunjungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Suroboyo Mbois ke komplek Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS), membincangkan betapa harapan para pelaku seni Ludruk dan sebagainya kian sulit.

Perbincangan itu diselingi gambar TRS dan komplek THR yang dulu menjadi pusat hiburan rakyat sekaligus tempat para seniman mencari penghidupan.

Selain kocak dengan parodi satire, tapi si pembuat konten rupanya juga menarik engagement dari penontonnya agar peduli pada Kota Surabaya, yang di dalam konten disinggung sebagai kota tetangganya Suroboyo Mbois.

“Kalau kamu merasa bagian dari rakyate Wali Kota Suraboyo Mbois, tulis di komentar. Apa tema channel ini untuk episode berikutnya,” tulis admin Suroboyo Mbois TV. (bid/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Truk Trailer Mogok di Flyover Trosobo

Proses Pencarian Korban Tenggelam di Taman Sidoarjo

Surabaya
Jumat, 27 November 2020
33o
Kurs