Minggu, 3 Juli 2022

18.168 Orang Penyandang Disabilitas di Jawa Timur Sudah Divaksin

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi para difabel yang diselenggarakan oleh IKA Unair bersama BK3S (Badan Koordinasi Kesejahteraan Sosial) di Gedung BK3S Jl. Raya Tenggilis Timur, Surabaya, Minggu (29/8/2021). Foto: Humas Pemprov Jatim

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk mempercepat vaksinasi bagi disabilitas. Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, mengutip data Staf Khusus Presiden RI dan Kemenkes RI menyebutkan, capaian vaksinasi disabilitas di Jatim sampai 27 Agustus kemarin mencapai 18.168 dosis. Menurutnya, jumlah itu meningkat 60 kali lipat dari capaian pada 10 Agustus lalu yang baru 349 dosis vaksin.

Khofifah mengatakan, vaksinasi bagi disabilitas termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) penting, karena mereka merupakan kelompok yang rentan terdampak Covid-19. Khususnya daerah dengan topografi wilayah yang tidak mudah, di antaranya Pacitan dan Ponorogo.

“Kita harus melakukan penjangkauan bagi para difabel maupun ODGJ, untuk  mendapatkan target sasaran yang semakin mendekatkan kepada yang membutuhkan. Tentunya, ini untuk memberikan perlindungan dari Covid-19 dan pelayanan kesehatan yang memadai,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, Minggu (29/8/2021).

“Jadi di Pacitan tim vaksinasi melakukan penjangkauan luar biasa, mereka juga melakukan penjangkauan di beberapa titik, hal serupa juga dilakukan di Ponorogo,” katanya.

Khofifah juga bilang, untuk mempercepat vaksinasi difabel, penjangkauan akan dilakukan dengan menyiapkan tim tenaga kesehatan dan vaksinator yang lebih memadai. Sementara untuk kebutuhan vaksin Sinopharm, Pemprov Jatim yang akan memberikan dukungan.

“Karena ini untuk kepentingan perluasan dan pemerataan pelayanan yang bisa kita jangkau jadi khusus difabel dan ODGJ memang harus kami lakukan outreach atau penjangkauan,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, untuk penjangkauan dan percepatan vaksinasi bagi disabilitas ataupun ODGJ ini vaksinasi dapat dilakukan secara door to door. Tim nakes dan vaksinator akan mendatangi penerima vaksin.

“Jikalau kami memiliki jejaring kami bisa melakukan door to door vaksinasi bagi difabel dan ODGJ, vaksin di-support Pemprov,” ujarnya.

Sementara untuk memastikan pelaksanaan vaksinasi bagi para difabel berjalan lancar, secara khusus Khofifah meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi bagi para difabel yang diselenggarakan IKA Unair bersama BK3S (Badan Koordinasi Kesejahteraan Sosial) di Gedung BK3S Jl Raya Tenggilis Timur, Surabaya, Minggu (29/8/2021).

Pada vaksinasi itu disiapkan 1.500 dosis vaksin. Terdiri dari 200 dosis vaksin jenis Sinopharm bagi difabel. Sisanya sebanyak 1.300 dosis vaksin jenis Sinovac yang diperuntukkan bagi pendamping, dan keluarga.

Gubernur Khofifah bersama rombongan disambut oleh Ketua Umum BK3S Jatim Pinky Saptandari. Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menyempatkan untuk bersapa, berbincang dan memberi semangat kepada beberapa difabel yang merupakan peserta vaksin.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga berkesempatan membagikan sembako kepada puluhan tukang becak, petugas kebersihan dan pedangang asongan di sekitar gedung BK3S.(iss/den)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 3 Juli 2022
26o
Kurs