Kamis, 30 Mei 2024

Atlet Jatim Berharap Dukungan Maksimal dari Pemprov

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi Atlet Jatim Foto: Istimewa

Para atlet menggantungkan harapannya kepada Pemerintah Provinsi Jatim agar mendukung penuh skuad Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua.

Para atlet menyampaikan harapan itu karena adanya informasi bahwa anggaran Puslatda dari Pemprov Jatim kembali mengalami pemotongan, sehingga anggaran itu berkurang cukup signifikan.

Berdasarkan informasi yang berkembang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim menganggarkan Rp425 miliar untuk Puslatda. Nominal itu turun jadi Rp390 miliar, sampai akhirnya disepakati Rp192 miliar.

Nominal itulah yang pada akhirnya menjadi keputusan bersama Koni Jatim dengan Pemprov Jatim. Namun, setelah diputuskan, masih ada pemotongan dari Pemprov sebesar Rp23 miliar, tersisa Rp169 miliar.

Terus berkurangnya anggaran Puslatda itu memaksa KONI Jatim berhitung ulang, mengubah rancangan anggaran yang sudah disiapkan untuk menjalankan program finalisasi persiapan.

Ada beberapa hal yang terancam seperti peniadaan training camp (TC) dan try out (TO) luar negeri. Ada kemungkinan pemotongan uang makan, gaji atlet, dan mungkin pemangkasan cabang olahraga.

Rozanah Gozana, salah satu atlet dari cabang olahraga senam mengaku kecewa. Menurutnya, anggaran itu sangat penting, terutama untuk pemantapan persiapan para atlet Jatim di laga PON XX Papua.

Apalagi, kata dia, ada beban target yang cukup tinggi, yakni sebagai juara umum PON XX 2021 Papua. Untuk itu, menurutnya perlu upaya ekstra mempersiapkan diri melalui program yang disusun tim pelatih.

“Kalau dana untuk program itu dipotong kan, akan memengaruhi semuanya. Bukan hanya KONI tapi semua yang tergabung dalam KONI, seperti kami para atlet yang berjuang membawa nama Jatim,” katanya.

Atlet yang akrab disapa Oca itu pun sangat berharap ada kebijakan yang lebih baik lagi dari Pemprov Jatim, mengingat jadwal PON XX 2021 di Papua yang sudah semakin dekat.

“Masa pemerintah lupa target kita bersama, kan, merebut juara umum. Kalau begini, kan, banyak program yang menunjang itu dipress seminim mungkin. Bagaimanapun juga kita akan fight sih,” ungkapnya.

Kekecewaan juga disampaikan Heru Astriyanto atlet cabang atletik. Menurutnya, itu akan memengaruhi persiapan tim, setelah sebelumnya Puslatda melakukan latihan dengan skema new normal tanpa lawan.

“Persiapan menuju PON pasti terkendala karena ditiadakannya kegiatan-kegiatan try out luar negeri atau training camp luar negeri,” aku Heru.

Walau begitu, ia mengaku akan tetap menerima apapun keputusannya karena atlet harus menunjukkan semangat pantang menyerah dalam kondisi apapun dalam mencapai impian bersama.

“Saya berharap supaya pemerintah tetap menaruh harapan pada atlet-atletnya. Indikasi negara yang sehat adalah atletnya hebat di semua cabor,” katanya.(den/frh/dfn)

Berita Terkait

..
Surabaya
Kamis, 30 Mei 2024
32o
Kurs