Jumat, 25 Juni 2021

Batasi Jemaah, Salat Id Masjid Cheng Ho Berlangsung Tertib

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Jemaah Salat Id Masjid Cheng Ho, Kamis (13/5/2021) menempati saf sesuai protokol kesehatan. Foto : Manda suarasurabaya. net

Pelaksanaan salat Id 1 syahwal 1442 Hijriah di Masjid Muhammad Cheng Ho berlangsung tertib dan lancar. Protokol kesehatan benar -benar diterapkan. Sebelum masuk, jemaah di ukur suhu tubuh, harus mengenakan masker, dan cuci tangan. Bahkan pihak panitia Masjid Cheng Ho jauh-jaih hari mengingatkan para jemaah berwudhu dari rumah.

Ahmad Hariyono Ong Ketua Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Ho mengatakan, pelaksanaan salat Id berlangsung dengan tertib dan lancar sesuai proses. Panitia penjaga saf jemaah selalu mengingatkan jemaah untuk jaga jarak.

Melihat kapasitas sudah terisi 40 persen, dengan tegas pihak panitia menolak jemaah yang baru datang. “Kami sarankan ke Masjid Nurul Huda An-Nur buat jemaah yang terlambat, dan beberapa jemaah banyak yang marah dan kecewa karena ditolak. Tapi kami tetap tegas karena semua demi kebaikan jemaah sendiri,” kata Ahmad Hariyono.

Bahkan jemaah yang datang juga diharuskan form absen berisikan nama, alamat, dan nomor ponsel. “Ini sesuai dengan permintaan puskesmas,” jelasnya.

Dari form absen tersebut banyak jemaah yang tidak meninggalkan nomor ponsel, namun malah memberi tanda tangan. “Mungkin ini masalah kebiasaan, jadi banyak yang belum paham kalah kolom terakhir adalah nomor ponsel,” katanya.

Salat Idulfitri 1442 Hijriah di Masjid Muhammad Cheng dilaksanakan pukul 6 tepat. Dan yang menjadi menjadi imam dan khotib saat salat Idulfitri adalah Ustad Muhammad Aminurrohman, MT dan ceramahnya bertema Menjaga Ketawaan Setelah Ramadan.

Ustaz Aminirrohman mengatakan, ramadan adalah tolok ukur umat muslim di dunia untuk memperbaiki tingkat ketakwaannya dan setelah ramadan dan menjalani kehidupan selama 11 bulan ke depan hingga menjelang ramadan selanjutnya. Tentu, tantangan terberat setelah ramadhan adalah menjaga ritme ibadah yang sudah dilaksanakan selama berpuasa sebulan penuh.

“Sungguh beruntung orang-orang yang bisa menjaga ritme ibadah mereka setelah ramadan pergi apalagi jika ibadah yang dilakukan bisa membentuk karakter kepribadian orang tersebut,” pungkasnya.(man/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran di Tanjungsari

Kemacetan di Tol Waru arah Dupak

Gerhana Bulan Total di Waru

Surabaya
Jumat, 25 Juni 2021
30o
Kurs