Kamis, 27 Januari 2022

Epidemiolog: Vaksinasi 100 Persen Adalah Kunci PTM 100 Persen

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada anak SMP di Surabaya. Foto: Humas Pemkot Surabaya

Dr. Windhu Purnomo Epidemiolog Universitas Airlangga menyebut jika kunci Pembelajaran tatap Muka (PTM) dibuka 100 persen adalah vaksinasi 100 persen dengan dua dosis secara menyeluruh.

“Terutama orang tua, guru, dan lansia yang harus mendapat vaksin. Karena risiko menular itu lebih membesar pada saat mengenai orang tua dan lansia,” kata Dr. Windhu saat dihubungi Radio Suara Surabaya, Rabu (17/11/2021).

Windhu juga menjelaskan jika risiko adanya gejala berat hingga critical sangat jarang terjadi oleh anak-anak, karena itu yang diutamakan dalam catatan vaksinasi adalah orang tua dan lansia yang tidak memiliki daya tahan tubuh sebaik anak-anak.

“Jadi PTM ini bukan persoalan anak-anak saja, tapi juga risiko penyebaran virus karena mobilitas anak-anak di luar rumah. Karena itu, siapapun yang datang ke sekolah harus divaksin,” ujarnya.

Epidemiolog Unair itu menyebut jika upaya membuka sekolah menjadi 100 persen adalah hal yang sangat wajar, mengingat Suarabaya yang berada di level 1 dan di Jatim ada delapan kabupaten dan kota yang juga masuk level 1.

“Ini artinya kondisi memang semakin membaik, wajar kalau PTM di Surabaya diupayakan untuk lebih normal lagi,” katanya.

Kendati demikian Dr. Windhu sangat yakin jika Kota Surabaya mambu membuka PTM secara 100 persen, karena sesuai data vaksinasi Surabaya cukup bagus.

Data vaksinasi Surabaya yang cukup baik juga diklaim oleh Eri Cahyadi Walikota Surabaya saat mengudara bersama Radio Suara Surabaya pada Rabu (17/11/2021).

Di antaranya meliputi vaksinasi dosis satu sudah 100 persen, dosis dua 90 persen, lansia 70 persen, tenaga pendidik dan guru hampir 100 persen, sedangkan sisanya masih memiliki komorbid.

Dr. Windhu menjelaskan jika orang tua juga memiliki peran dalam mencegah penularan dan penyebaran virus melalui anak.

“Karena anak memiliki waktu lebih banyak bersama orang tua, jadi orang tua punya tanggung jawab untuk mengawasi serta lebih bijak mengajak anak pergi ke ruang publik,” tuturnya.

Karea pada data yang ada sebelumnya, bahwa anak-anak yang terpapar virus Covid-19, berasal atau setelah pergi ke luar kota.

Dia juga mengatakan bahwa pendeteksian saat ini sudah cukup terbantu dengan adanya aplikasi PeduliLindungi.

“Dengan aplikasi PeduliLindungi kita bisa mendeteksi bahwa orang-orang di lokasi itu aman atau tidak, sehingga saat kita mengajak anak-anak bisa dipastika terlebih dahulu keamanannya,” pungkasnya. (wld/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Kamis, 27 Januari 2022
25o
Kurs