Senin, 20 September 2021

Eri Minta RT/RW Aktif Pantau Warganya

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menggelar pertemuan secara daring dengan para RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), camat, lurah serta kepala puskesmas se-Surabaya. Foto : Humas Pemkot

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menggelar pertemuan dengan para RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), camat, lurah serta kepala puskesmas se-Surabaya.

Melalui pertemuan virtual itu, Wali Kota Eri meminta kepada seluruh RT/RW untuk lebih aktif lagi memantau kondisi warganya. Terutama bagi masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.

Eri Cahyadi meminta keaktifan anggota RT/RW untuk menjalin komunikasi intens dengan warga. Bila menemukan warga bergejala Covid-19 seperti sesak napas, demam tinggi, batuk, wajib dibawa ke puskesmas terdekat saat itu juga.

“Langsung bawa ke puskesmas. Insyaallah hari ini puskesmas mulai buka 24 jam. Nanti di sana akan diperiksa sekaligus tes usap antigen,” katanya.

Dia jelaskan, bila tes usap antigen positif, warga dimintai keikhlasan menjalani isolasi dan mendapat obat-obatan sesuai dengan keluhan. Bila pasien bergejala sedang atau berat maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit.

“Jadi kita tidak perlu menunggu hasil swab PCR baru isolasi. Nanti malah semakin menularkan orang-orang disekitar kita,” ujarnya.

“Ini akan sia-sia kalau RT/RW-nya tidak tahu berapa warganya yang tidak enak badan atau sedang sakit. Jangan sampai ada warga ada yang tidak tertangani. Kita sudah menambah ambulance dan jam operasional 24 jam. Jadi saya nyuwun tulung RT/RW diskusi ke kelurahan dan kecamatan. Intinya kalau ada yang sakit warganya langsung dibawa ke puskesmas,” jelasnya.

Puskemas Buka 24 Jam Non Stop 

Eri Cahyadi juga memastikan, jam operasional puskesmas 24 jam non stop itu, juga didampingi oleh perwakilan petugas kelurahan/kecamatan serta Satpol PP.

Sehingga, apabila sewaktu-waktu warga membutuhkan pertolongan baik pertolongan medis hingga penjemputan pasien atau jenazah bisa dilakukan ditangani dengan segera.

“Jadi saya minta setiap puskesmas disiapkan petugas kelurahan/kecamatan dan Satpol PP. Ini harus ditangani secara bersama-sama. Kita maksimalkan untuk menyelematkan warga Surabaya,” tegasnya.

Bahkan tidak berhenti sampai di situ, seusai pertemuan virtualnya, Wali Kota langsung menghubungi Noer Oemarijati Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset, untuk menyulap beberapa mobil dinas dijadikan ambulance.

“Ibu tolong nanti kursi yang bagian belakang diambil saja. Lalu tambahkan sirine di atasnya. Kita gunakan mobil dinas untuk ambulance,” ungkap dia saat memberi arahan.

Terakhir, ia berpesan kepada seluruh warga Kota Pahlawan agar memperketat protokol kesehatan. Termasuk mengurangi mobilitas. Jika tidak terlalu penting maka sebaiknya tidak perlu keluar rumah.

Dia berharap dalam situasi seperti saat ini seluruh masyarakat kompak mematuhi aturan sehingga diharapkan pandemi Covid-19 akan segera hilang dari Surabaya.

“Tolong ini ini harus segera dihentikan. Saya butuh bantuan seluruh warga untuk komitmen. mudah-mudahan badai pandemi ini akan segera berakhir, amin,” kata dia.

Tidak lama kemudian, ia bersama jajarannya tancap gas keliling ke beberapa puskesmas untuk memastikan pembukaan 24 jam puskesmas berjalan lancar. (man/iss/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Surabaya
Senin, 20 September 2021
33o
Kurs