Selasa, 25 Januari 2022

International Woman’s Day: Perempuan Jangan Berhenti Belajar

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Rica Pamenan (kerudung hijau) pada sebuah pertemuan internasional. Foto: Istimewa

Di tengah kemajuan teknologi dan perkembangan peradaban saat ini, perempuan jangan pernah berhenti belajar. Karena dengan terus belajar, perempuan tidak harus meninggalkan kodratnya.

“Kesetaraan dengan kaum laki-laki saat ini rasanya memang sudah banyak terjadi. Lihat saja berbagai profesi yang dulu hanya bisa dijalankan laki-laki saat ini juga bisa dikerjakan perempuan. Pendorongnya adalah dengan terus belajar. Karena dengan terus belajar perempuan punya kemampuan dan pemahaman tentang banyak hal,” terang Rica Pamenan Dosen Fakultas Ekonomi UWKS, Senin (8/3/2021).

Rica mencontohkan di masa pandemi Covid-19, perempuan dalam hal ini sosok ibu mau tidak mau harus mendampingi putera dan puterinya dalam proses pembelajaran termasuk saat sekolah daring. Ini hal baru yang sebelumnya tidak terjadi.

“Kita bisa bayangkan betapa pandemi Covid-19 ini juga memunculkan banyak persoalan baru. Khususnya bagi para ibu. Tentu saja ini butuh keterampilan sekaligus pemahaman tentang bagaimana pembelajaran daring itu. Karena itu jangan berhenti belajar, ” tegas Rica yang juga pengajar Bahasa Indonesia Penutur Asing di Ukraina.

Dengan tidak melupakan kodrat sebagai perempuan, Rica berharap perempuan tidak ragu terus menambah pengetahuan agar di tengah kemajuan teknologi dan peradaban tetap masih bisa berperan aktif bagi keluarga dan bangsa.

Meilinda S.S., MA., dosen program studi English for Creative Industry dan juga Kepala Office of Institutional Advancement (OIA) Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya mengingatkan bahwa perempuan jangan berhenti bermimpi.

“Perempuan Indonesia itu sangar dan berpotensi melakukan banyak hal bermakna dan besar asal dia mau dan ada kesempatan,” ujar Meilinda.

Kadang tuntutan dan batasan yang diciptakan dirinya dan masyarakat untuk perempuan sendiri, lanjut Meilinda membuat mereka jadi tidak percaya diri. Sehingga jangankan mewujudkan mimpi, bermimpi saja tidak berani.

“Sekali kita berani menanam mimpi di hati dan berupaya terus memupuk serta meraihnya maka pintu dan jendela akan terbuka, kalau engga terbuka, gedoren,” pungkas Meilinda sambil tertawa.(tok/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Selasa, 25 Januari 2022
25o
Kurs