Minggu, 29 Mei 2022

Komnas KIPI Menerima 229 Laporan Efek Samping Serius Vaksin Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Vaksin AstraZeneca. Foto: Reuters/Antara

Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), sampai tanggal 16 Mei 2021 sudah menerima 229 laporan efek samping serius Vaksin Covid-19, dari Program Vaksinasi Nasional.

Hindra Irawan Satari Ketua Komnas KIPI mengungkapkan, dari total laporan itu, 211 di antaranya laporan efek samping Vaksin Sinovac, dan 18 laporan efek samping Vaksin AstraZeneca.

Data tersebut disampaikan Komnas KIPI, siang hari ini, Kamis (20/5/2021), dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

“Saya sampaikan laporan KIPI serius berjumlah 229 laporan per 16 Mei, Sinovac 211 laporan dan AstraZeneca 18 laporan,” ujarnya.

Di hadapan puluhan Anggota DPR, Hindra menjelaskan KIPI serius adalah setiap kejadian medik pascaimunisasi yang membuat sasaran vaksinasi harus menjalani rawat inap, mengalami kecacatan atau kematian, serta menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sedangkan KIPI nonserius, kejadian medik pascaimunisasi dan tidak menimbulkan risiko fatalitas pada kesehatan penerima vaksin seperti pusing, muntah, demam, nyeri otot, nyeri sendiri, dan sakit ringan lainnya.

Menurut Dokter Hindra, efek samping vaksinasi bukan hal baru. Karena, respon vaksin di tubuh tiap manusia berbeda.

Berdasarkan data, lanjutnya, laporan KIPI nonserius yang masuk ada 10.627, dengan rincian efek Vaksin Sinovac 9.738 laporan dan Vaksin AstraZeneca 889 laporan.

“Semua laporan KIPI baik serius dan nonserius sudah mendapat penanganan dari tiap Komisi Daerah KIPI,” tegasnya.

Untuk menangani KIPI vaksin Covid-19 yang terjadi di masyarakat, Komnas KIPI sudah melatih sekitar 30 ribu tenaga medis di setiap daerah.

Program Vaksinasi Nasional Covid-19 memakai Vaksin Sinovac dimulai pekan kedua Januari 2021. Lalu, Vaksin AstraZeneca mulai dipakai pekan ketiga Maret 2021.

Untuk sementara, Kementerian Kesehatan menghentikan pemakaian Vaksin AstraZeneca kelompok produksi CTMAV547 dalam program vaksinasi gratis.

Penghentian sementara itu dilakukan sesudah ada laporan dua warga DKI Jakarta yang meninggal dunia pascamenerima suntikan Vaksin AstraZeneca.

Sekarang, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih melakukan uji toksisitas dan sterilitas Vaksin AstraZeneca batch CTMAV547.

Siti Nadia Tarmizi Juru Bicara Pemerintah urusan Vaksinasi Covid-19 mengatakan, Vaksin AstraZeneca di luar kelompok produksi CTMAV547 tetap dipakai dalam Program Vaksinasi Nasional.(rid/tin/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
26o
Kurs