Rabu, 6 Juli 2022

Megawati Ingatkan Insan Lemhanas, Pancasila Bukan Sekadar Jargon

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Megawati Soekarno Putri Presiden RI Kelima dan Agus Wdjojo Gubernur Lemhanas RI di depan patung Bung Karno yang baru saja diresmikan. Foto: Istimewa

Megawati Soekarnoputri Presiden RI Kelima menyatakan patung Bung Karno di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) hendaknya menjadi pengingat agar lembaga itu benar-benar menggembleng insan calon pemimpin yang benar-benar melaksanakan Pancasila.

Hal itu disampaikan Megawati saat hadir di acara peresmian Patung Proklamator RI Bung Karno di Gedung Lemhannas, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Megawati hadir di acara peresmian itu bersama putrinya yang juga Puan Maharani Ketua DPR dan Hasto Kristiyanto Sekjen PDI Perjuangan. Dari Lemhannas, Agus Widjojo Gubernur hadir memimpin jajarannya.

“Pancasila jangan selalu menjadi jargon. Pancasila dibutuhkan Bangsa ini untuk diimplementasikan. Terlebih oleh insan-insan Lemhannas, yang sudah digembleng atau yang sedang digembleng, tempatnya para calon pemimpin dari seluruh penjuru Tanah Air, berkumpul, bertemu untuk bergotong royong, melakukan kerja kolektif, dan yang paling penting merumuskan jalan untuk Indonesia Raya,” kata Megawati.

Megawati menyiratkan agar jangan alergi dulu dengan Pancasila. Sebab Bung Karno mengatakan dasar negara Indonesia merdeka adalah Pancasila. Tetapi Bung Karno tak pernah menyatakan dirinya sebagai penemu Pancasila. Bung Karno hanya seorang penggali Pancasila bagi elemen jiwa bangsa Indonesia.

Untuk itulah, Megawati menyatakan bahwa seharusnya semuanya harus membuka mata batin, pikiran, dan jiwa, dan benar-benar konsisten, serta sungguh-sungguh menjalankan Pancasila.

Dikaitkan dengan insan Lemhannas, diharapkan ketika tiba saatnya mereka menjadi pemimpin, Megawati menekankan bahwa mereka telah memiliki pemahaman yang sama, terkait dengan sendi-sendi kehidupan bernegara.

“Bayangkan kalau dari Papua bertemu dengan yang dari Aceh, masing-masing pasti ada perbedaan,  tapi ada kesamaan, itulah maksud Bung Karno, ketika beliau mendirikan, membuka Lemhannas,” urai Megawati.

“Bung Karno menempatkan Lemhannas sebagai kawah candradimukanya calon pemimpin dan sebagai think-tank para pemikir pejuang, yang berpijak dari posisi Indonesia yang strategis secara geopolitik,” tambahnya.

Sejak didirikan Bung Karno, Megawati mengatakan sang Proklamator berulang kali menyampaikan kepada dirinya, bagaimana mewujudkan Indonesia yang sepenuhnya berdaulat. Yang mampu meletakkan dasar-dasar pertahanan dan keamanan yang sesuai dengan geopolitik dan kultur Indonesia. Pada titik itu arti pentingnya Lemhannas.

Ketua Dewan Pengarah BPIP itu lalu mengatakan bahwa  melalui Lemhannas, Bung Karno juga ingin membentuk 100% patriot bangsa dan nasionalis sejati, yang unggul dalam pemahaman geopolitik untuk kedaulatan bangsa. Lemhannas diharap menjadi fondasi institusional atas kepeloporan Indonesia mempercepat terwujudnya cita-cita kemerdekaan.

“Semoga dengan diresmikannya patung Bung Karno hari ini, kita semua, khususnya Lemhannas, dapat mengemban tugas menjabarkan konsepsi Trisakti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” pungkas Megawati.(faz/tin/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
31o
Kurs