Rabu, 21 April 2021

Lukisan Pertemuan Bung Karno dan Marhaen Diresmikan Wali Kota Surabaya

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya bersama Yacobus Mayong Padang di samping lukisan karya Sudiyanto Pandji Wiryo Atmojo, dipamerkan pertama kali ke publik di Plaza Proklamasi Gedung Graha Wiyata Untag, Selasa (6/4/2021) Foto: Manda suarasurabaya.net

Lukisan menggambarkan pertemuan bersejarah antara proklamator kemerdekaan Bung Karno dan seorang petani bernama Marhaen di Cigelereng, Bandung, pada 1923 dipamerkan pertama kali ke publik di Plaza Proklamasi Gedung Graha Wiyata Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Selasa (6/4/2021) hari ini.

Lukisan yang mengandung nilai sejarah ini diciptakan oleh pelukis asal Surabaya, Sudiyanto Pandji Wiryo Atmojo. Ia membutuhkan waktu satu tahun untuk proses penyelesaiannya, mulai bulan April sampai November 2020.

Lukisan ini dibuat atas permintaan dari Yacobus Mayong Padang dan rencananya bakal dipasang di Institut Marhaen di Bandung yang diinisiasi oleh Yacobus Mayong Padang.

Yacobus Mayong Padang mengungkapkan sejarah Indonesia terurai sangat panjang.  Namun, ada satu momen yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemerdekaan, yaitu momen ketika Bung Karno bertemu Marhaen (Mang Aen) di tengah sawah di Cigereleng, Bandung, pada 1923.

”Dialog dengan Pak Marhaen itulah yang menyadarkan Bung Karno sebagai kaum terpelajar, betapa menderitanya rakyat ketika itu. Saat itu juga, Bung Karno bertekad bahwa Indonesia harus merdeka untuk membebaskan rakyat yang menderita,” jelasnya.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya yang hadir dalam acara tersebut juga mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya dapat menyaksikan proses pembuatan lukisan itu melalui dokumentasi video. ”Ini adalah kehormatan untuk Surabaya, dan semakin meneguhkan kami sebagai dapur nasionalisme, karena di kota ini Bung Karno lahir, tumbuh hingga remaja, mendapat gemblengan pemikiran dan bersentuhan dengan dinamika rakyat,” katanya.

Eri menambahkan, kisah Marhaen tak lain sebagai representai rakyat kecil saat ini. Oleh sebab itu, ia akan terus memperjuangkan hak-hak warga demi kesejahteraan bersama. Mulai dari memberikan pelayanan terbaik, melanjutkan program permakanan, berobat gratis, sekolah gratis dan sebagainya. “Pemikiran Bung Karno harus dibumikan di Surabaya. Semua itu tidak membuat kami berpuas diri, karena Pemkot Surabaya masih dan akan terus berinovasi untuk membahagiakan warganya,” jelas Eri.

Hadir di peresmian lukisan tersebut, Bambang DH Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tujuh Belas Agustus (YPTA) 1945, Adi Sutarwijono Ketua DPRD Surabaya, Mulyanto Nugroho Rektor Untag Surabaya, dan Nuniek Silalahi yang menjembatani lahirnya lukisan tersebut.(man/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Rabu, 21 April 2021
25o
Kurs