Sabtu, 2 Juli 2022

Petugas Temukan Jenazah Diduga Bapak dan Anak Korban APG Semeru di Dalam Truk

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Pelaksanaan operasi SAR erupsi Gunung Semeru. Foto: Tim SAR Surabaya

Tim SAR gabungan pada Kamis (30/12/2021) berhasil menemukan dua jenazah korban bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di lokasi penambangan pasir PT Duta Semeru milik Satuhan yang berada di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Kebetulan di sana ada alat berat yang bekerja untuk melakukan penyudetan sungai dan terlihat ada sebuah truk yang tertimbun material lahar Gunung Semeru,” kata Joko Sambang, Kepala Bidang Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.

Dia menjelaskan, kedua jenazah tersebut ditemukan berada di belakang kemudi di dalam truk bernomor polisi P-8485-KB di lokasi penambangan pasir milik Satuhan yang berada di Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Baca juga: Pemkab Lumajang Klaim Tidak Keluarkan Izin Syuting Sinetron di Posko Pengungsian Semeru

“Jenazah itu diduga sopir truk pasir bernama Hambali (58) dan anaknya M Faisal Akbar (20) warga Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, karena saat ditemukan ada saudaranya yang memastikan kedua jenazah tersebut,” tuturnya, seperti dilansir dari Antara.

Pihak BPBD Lumajang menerima laporan bahwa dua penambang tersebut hilang saat terjadi awan panas guguran pada 4 Desember 2021, karena masih bekerja saat bencana tersebut terjadi.

Ia menjelaskan dua jenazah tersebut dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang untuk diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur.

Sementara Letkol Inf Andi Andriyanto Wibowo Komandan Kodim 0821 Lumajang mengatakan kedua jenazah berjenis kelamin laki-laki tersebut masih berada di RSUD dr Haryoto Lumajang.

“Dua jenazah itu masih dalam proses identifikasi dan belum dirilis oleh Satgas,” katanya.

Baca juga: 28 Jenazah Korban Bencana Semeru Telah Diambil Keluarganya

Sebelumnya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) bencana awan panas guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang secara resmi ditutup pada Kamis (16/12/2021) lalu pukul 18.00 WIB, namun masih ada beberapa relawan yang tetap melakukan pencarian korban yang dinyatakan hilang.

Ada tiga lokasi yang menjadi fokus pencarian Tim SAR gabungan dalam mencari korban awan panas guguran Gunung Semeru selama masa tanggap darurat, yakni di Kampung Renteng, Curah Kobokan, dan lokasi penambangan pasir.(ant/dfn/ipg)

Berita Terkait

Status Gunung Semeru Naik Jadi Siaga Level 3

Operasi SAR Erupsi Gunung Semeru Ditutup


Surabaya
Sabtu, 2 Juli 2022
27o
Kurs