Minggu, 14 April 2024

Polri Akan Tindak Tegas Importir Yang Menimbun dan Mainkan Harga Kedelai

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ilustrasi. Kedelai. Foto: www.ayogitabisa.com

Irjen (Pol) Raden Prabowo Argo Yuwono Kadiv Humas Polri mengingatkan kepada importir untuk tidak menimbun atau memainkan harga kedelai.

Ini ditegaskan Argo menyikapi kelangkaan dan mahalnya kedelai belakangan ini.

Menurut Argo, Polri akan menindak secara hukum jika ada importir yang melakukan hal itu. Saat ini, kata dia, Satgas Pangan Bareskrim Polri sudah melakukan pengecekan di beberapa gudang importir kedelai.

“Polri merespon kelangkaan kedelai di pasar terutama importir. Kalau ditemukan ada dugaan pidana, maka satuan tugas pangan akan melakukan penegakan hukum,” ujar Argo, Rabu (6/1/2021).

Kata Argo, satgas pangan Bareskrim Polri sudah melakukan pengecekan di gudang-gudang importir kedelai, diantaranya PT Segitiga Agro Mandiri di Bekasi, Selasa (5/1/2021).

Dalam temuannya, satgas menyebut perusahaan itu bergerak di bidang impor kedelai eks Amerika dengan dengan kapasitas 6000 sampai 7000 ton per bulan.

“Bahwa kedelai import tersebut selain diperuntukan guna pemenuhan industri tahu dan tempe untuk kualitas II juga dipergunakan untuk proses pakan ternak dan proses pembuatan minyak kedelai serta produk turunan lainya,” ujar Argo.

Distribusi ke UMKM industri tahu dan tempe ke wilayah Jabodetabek dan Bandung Jawa Barat dengan pendistribusian antara 250-300 ton per hari dan stok tersisa saat ini sebanyak 2.500 ton.

Sementara kacang kedelai yang disalurkan melalui distributor dengan harga saat ini Rp 8600/Kg terjadi kenaikan sekitar Rp1000 sejak pertengahan bulan Desember 2020.

“Didapat informasi dari Staff Perusahaan tersebut Kenaikan harga disebabkan karena selain harga beli di negara asal terjadi kenaikan yang sebelumnya 6.800 menjadi 8.300 juga disebabkan dikarenakan sejak pertengahan bulan Oktober-Desember 2020 kapal yang langsung tujuan Indonesia sangat jarang sehingga menggunakan angkutan tujuan singapore dan sering terjadinya delay dikarenakan menunggu waktu dalam konekting ke Indonesia sehingga keterlambatan antara 2-3 minggu,” jelas Argo.

Kemudian lokasi yang diperiksa yaitu PT. FKS Mitra Agro di Pasar Kemis Pasir Jaya Cikupa Tangerang. Dari pemeriksaan itu diketahui bahwa pada tanggal 31 Desember 2020 kedelai masuk sebanyak 533,29 ton dan sudah didistribusikan sebanyak 79 ton, sisa stok per 31 Desember 2020 sebanyak 474,29 ton.

“Bahwa pada tanggal 4 Januari 2021 kedelai masuk sebanyak 460,22 ton dan sudah didistribusikan sebanyak 76 ton, sisa stok per 4 Januari sebanyak 384,22 ton. Sisa stok per 5 Januari 2021 sebanyak 858,51 ton,” kata Argo.

Selanjutnya, PT. Sungai Budi di Daan Mogot, Kota Tangerang, Banten. Ditemukan fakta bahwa, pada tanggal 4 Januari 2021 kedelai masuk sebanyak 400 ton dan sebanyak 300 ton sudah siap didistribusikan ke konsumen, sehingga sisa stok saat ini per 5 Januari 2021 sebanyak 100 ton.(faz/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Mobil Porsche Seruduk Livina di Tol Porong

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Minggu, 14 April 2024
28o
Kurs