Selasa, 11 Mei 2021

Presiden Resmikan SPAM Umbulan: Segera Sambungkan ke Rumah Tangga

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Joko Widodo (Jokowi) Presiden melakukan peninjauan setelah meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Kabupaten Pasuruan, Senin (22/3/2021). Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo (Jokowi) Presiden meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Kabupaten Pasuruan, Senin (22/3/2021).

Presiden juga meninjau fasilitas pengolahan air minum yang pengerjaannya sudah dimulai sejak 2017 silam itu.

Proyek SPAM Umbulan termasuk Proyek Strategis Nasional dan menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk memberikan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.

“Ini air dari sini keadaannya sudah bersih. Langsung bisa dimanfaatkan, tidak pakai pengolahan yang rumit-rumit,” kata Presiden saat menyampaikan sambutan peresmian.

Fasilitas SPAM Umbulan punya kapasitas penyaluran air bersih mencapai 4.000 liter per detik dengan air baku pengolahan yang bersumber dari Mata Air Umbulan.

Joko Widodo (Jokowi) Presiden meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Kabupaten Pasuruan, Senin (22/3/2021). Foto: Biro Pers Setpres

Selama pembangunan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memasang pipa transmisi air baku sepanjang 93 kilometer.

Pemerintah juga sudah menyediakan dua rumah pompa, 14 unit offtake, dan 17 unit reservoir yang tersebar di 5 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Selanjutnya SPAM Umbulan menyuplai air bersih kepada sejumlah perusahaan daerah air minum (PDAM) yang secara bertahap akan mendistribusikan ke masyarakat.

Sejumlah PDAM itu antara lain PDAM Kota Surabaya, PDAM Kabupaten Pasuruan, PDAM Kota Pasuruan, PDAM Sidoarjo, PDAM Gresik, dan PDAB Jawa Timur.

Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pekerjaan besar belum berhenti dengan selesainya pembangunan SPAM Umbulan itu.

Pekerjaan yang selanjutnya adalah bagaimana menyalurkan air bersih itu sampai ke rumah tangga-rumah tangga agar masyarakat merasakan manfaatnya.

“Tadi saya tanyakan di lapangan, yang baru berjalan itu (kapasitas) 900 liter per detik, artinya masih ada 80 persen yang harus segera diselesaikan dari pipa utama sampai masuk ke pipa di rumah tangga. Pekerjaan besarnya ada di situ,” ucapnya.

“Jangan sampai proyek besarnya jadi, pipa utamanya selesai, tapi untuk masuk ke rumah tangga terkendala. Praktik yang saya alami ada waduk besar, irigasi primernya sudah siap, tapi yang sekunder dan tersier tidak ada. Terus airnya sampai ke sawah lewat mana? Ini sama,” kata Jokowi.

Proyek pembangunan SPAM Umbulan ini menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Sebagian anggaran dari APBN, sebagian APBD Jatim, dan sebagian lainnya dari swasta.

“Model pembangunan KPBU ini akan terus kita dorong tidak hanya di Umbulan, tetapi juga proyek-proyek lain. Sehingga beban APBN ini semakin berkurang dan pengelolaannya justru swasta yang harus bergerak,” ujarnya.

Hadir di acara peresmian itu Basuki Hadimuljono Menteri PUPR, Sri Mulyani Menteri Keuangan, Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan, Pratikno Menteri Sekretaris Negara, juga Khafifah Indar Parawansa Gubernur Jatim dan Emil Dardak Wakil Gubernur Jatim.(den/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Wadungasri Macet

Kecelakaan di Gunungsari

Kecelakaan di Manyar Gresik

Truk Terguling, Solar Menggenangi Jalan

Surabaya
Selasa, 11 Mei 2021
28o
Kurs