Rabu, 25 Mei 2022

RSLI Kirim 53 Sampel Virus Pekerja Migran ke Balitbangkes, Hasilnya Dua Pekan

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Suasana di RS Lapangan Indrapura Surabaya, Selasa (4/5/2021). Ada 26 pekerja migran positif Covid-19 yang datang hari ini. Foto: Istimewa

Sampai Jumat (7/5/2021) sore ini, Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya telah merawat 53 pekerja migran Indonesia yang dinyatakan positif Covid-19.

Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Penanggung jawab RSLI mengatakan, para pekerja migran akan menjalani tes usap (swab test) berkala.

Sampel tes usap itu akan diolah di RSLI dan akan dikirim ke Balitkbangkes Jakarta untuk penelitian virologi deteksi virus mutasi baru.

“Balitbangkes menyatakan, hasilnya (penelitian) akan keluar sekitar dua minggu setelah sampel masuk,” katanya di Surabaya, Jumat (7/5/2021).

Para pekerja migran positif Covid-19 di RSLI, kata Nalendra, akan ditangani dengan perhatian khusus dari para tenaga kesehatan dan relawan pendamping.

Mereka akan menjalani observasi dan menjalani monitoring ketat terkait virus penyebab Covid-19 yang ada di tubuhnya, serta pengecekan kondisi kesehatannya.

Nalendra bilang, pada Jumat pagi tadi ada tambahan 10 orang pekerja migran dan tiga pekerja migran lain yang tiba dari Asrama Haji pada Jumat sore.

“Sebelumnya sampai Kamis malam kami sudah merawat 40 orang pekerja migran yang dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes usap di Asrama Haji,” ujarnya.

Sebagian besar pekerja migran yang positif Covid-19 adalah mereka yang datang dari Malaysia, Singapura, kemudian dari Hongkong, dan Brunei Darussalam.

Ada dua orang di antara pekerja migran yang datang hari ini telah menempuh perjalanan dari Belanda melalui penerbangan transit di Malaysia.

“Kami jadwalkan tes usap PCR kepada para pekerja migran ini setiap 5 hari sekali apabila hasilnya masih positif. Sampai hasilnya benar-benar negatif,” ujar Nalendra.

Mereka yang sudah negatif tidak serta merta dikirim ke daerah tujuan mudik. Mereka akan menjalani tes usap kedua, dua hari setelah hasil tes negatif keluar.

Baru ketika hasil tes kedua juga negatif, mereka akan dikembalikan ke Satgas Penanganan Pekerja Migran Jatim untuk menjalani karantina lanjutan.

Menurut Nalendra, mereka tetap harus menggenapi karantina pencegahan penularan minimal 14 hari perawatan isolasi sesuai ketentuan Menteri Kesehatan.

“Kami berharap mereka benar-benar terpantau dan patuh menjalani isolasi hingga 14 hari sebelum kembali kumpul dengan keluarganya,” ujarnya.

Dia harap para pekerja migran dan keluarganya memahami. Semua protokol penanganan itu semata-mata untuk meminimalisir potensi penularan Covid-19, terutama karena adanya virus mutasi baru.(den/dfn)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 25 Mei 2022
28o
Kurs