Kamis, 29 Juli 2021

Tagih Pasien Covid Rp305 Juta per Ranjang, Nakes RS di Peru Ditangkap

Laporan oleh Restu Indah
Bagikan
Seorang tenaga kesehatan di Peru sedang memeriksa pasien di sebuah rumah sakit. Foto: Reuters

Polisi Peru membongkar dugaan jaringan kriminal yang mengenakan biaya $21.000 (Rp305 juta) per tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang sakit parah di rumah sakit milik negara, sebab kondisi ini  memperparah perawatan di negara yang sedang dilanda wabah virus Covid-19 ini.

Jaksa Reynaldo Abia mengatakan, pihak berwenang menangkap sembilan orang, termasuk administrator rumah sakit umum Guillermo Almenara Irigoyen di Lima, Peru.

Penipuan itu terbongkar setelah polisi menerima pengaduan dari saudara laki-laki penderita Covid-19 yang mengaku diminta 82.000 sol atau Rp301 juta, untuk mendapatkan tempat tidur perawatan intensif (ICU) dan perawatan rumah sakit.

Rumah sakit yang dikelola oleh sistem jaminan sosial EsSalud ini seharusnya menyediakan perawatan gratis. Pasien harus sabar menanti daftar tunggu yang panjang untuk 80 tempat tidur ICU yang ditawarkan rumah sakit.

Selama puncak pandemi, banyak pasien yang harus membayar mahal ke klinik swasta ketika sistem publik hampir runtuh. Jumlah tempat tidur ICU yang tersedia sejak itu melonjak menjadi hampir 3.000 secara nasional, sebelumnya hanya ratusan yang tersedia pada Maret tahun lalu.

Kematian di Peru pada akhir Mei juga meningkat tajam, tiga kali lipat. Berdasarkan data resmi Peru menjadi negara dengan tingkat kematian tertinggi di dunia, per 100.000 penduduk akibat covid-19.

Oscar Ugarte Menteri Kesehatan menegaskan praktek pungutan biaya yang merugikan penduduk akan mendapatkan penanganan segera. “Ini benar-benar tercela,” katanya seperti dikutip Antara. “Kita tidak bisa tawar-menawar dengan nyawa orang.”

Skandal korupsi seputar perawatan virus telah mengguncang pemerintahan Peru. Sebelumnya publik geram dengan skandal vaksinasi ‘VIP’  yang disinyalir diberikan untuk beberapa pejabat tinggi, kasus ini mendorong menteri kesehatan dan luar negeri negara itu untuk mengundurkan diri pada awal tahun ini.(ant/rst)

 

Berita Terkait

Presiden Peru Mundur Pascademonstrasi Maut


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Antrean Vaksinasi di Terminal 2 Juanda

Suasana Vaksinasi di Grand City

Surabaya
Kamis, 29 Juli 2021
32o
Kurs