Senin, 1 Maret 2021

Tanggapan BBPJN Terkait Jalan Rusak dan Bergelombang di Jalur Mojokerto-Jombang

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Lokasi kerusakan terjadi di sepanjang jalan Nasional Bypass Mojokerto hingga Jombang. Foto: Fuad Maja FM untuk suarasurabaya.net

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur bakal melakukan perbaikan jalan rusak dan bergelombang di wilayah Mojokerto – Jombang. Hal tersebut muncul merespon banyaknya aduan mayarakat yang resah hingga adanya korban jiwa.

Dari data yang didapat, masih ada 300 lebih titik lubang maupun jalan bergelombang yang kini masih belum diperbaiki. Rencananya BBPJN VIII Jatim bakal melakukan perbaikan menggunakan metode tambal sulam secara bertahap.

Rizki Elianto perwakilan BBPJN VIII Jatim mengatakan pihaknya mengupayakan tidak ada lubang jalan dengan kedalaman lebih dari lima sentimeter.

“Kami upayakan di lapangan tidak ada lubang dari satu lapis aspal sekitar lima sentimeter dan lebih dari itu akan dilakukan penambalan,” ungkapnya Senin (18/1/2021).

Rizki menyebut pihaknya masih melakukan perbaikan penambalan jalan berlubang dari Krian sampai Kertosono termasuk di Kabupaten Mojokerto.

“Jalan berlubang yang belum dilakukan penambalan kurang lebih sekitar 300 titik, itu tersebar di beberapa titik,” ujarnya.

BBPJN VIII Jatim setidaknya melibatkan sebanyak lima tim untuk memperbaiki jalan berlubang. Sedangkan, ada tiga tim yang kini masih melakukan penambalan jalan berlubang di jalan Nasional Kabupaten Mojokerto.

“Masing-masing tim dapat memperbaiki sekitar 35 titik jalan berlubang setiap harinya,” ucap Rizki.

Menurut dia, kerusakan aspal di jalan dimungkinkan karena beberapa hal, di antaranya faktor cuaca intensitas hujan tinggi yang setiap hari mengguyur kawasan Kabupaten Mojokerto.

Diapun belum dapat memastikan banyaknya jalan berlubang lantaran dipicu kendaraan truk yang kelebihan dimensi dan overload.

“Kita agak susah melakukan perbaikan karena kendala cuaca hujan dan pengerjaan di lapangan tetap berjalan sampai Maret 2021,” tandasnya.

Sekadar diketahui jalan berlubang dan bergelombang di sepanjang jalan Nasional Bypass Mojokerto hingga perbatasan Jombang banyak dikeluhkan Masyarakat. Apalagi jalan tersebut sudah memakan korban jiwa.

Pantauan Fuad Reporter Maja FM, lokasi kerusakan terjadi di sepanjang jalan Nasional Bypass Mojokerto hingga Jombang. Lubang-lubang di jalur arteri ini tersebar mulai dari Simpang Lima  Kenanten, Kecamatan Puri hingga jembatan timbang di Kecamatan Trowulan. Lebar dan kedalaman lubang bervariasi.

Sebelumnya pada Kamis (14/1/2021) Zunus Riyanto (50) seorang ASN warga jalan Mastrip, Desa/Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri meninggal akibat terlibat kecelakaan di Jalan Raya Trowulan.

Diduga korban meninggal setelah motor yang dikendarainya terpeleset pasir dan menghindari jalan berlubang.(fad/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Berlubang dan Berkubang

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Surabaya
Senin, 1 Maret 2021
27o
Kurs