Selasa, 5 Juli 2022

15 Peserta Disabilitas UTBK Unesa Disiapkan Sarana Prasarana Khusus

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Petugas yang mendampingi peserta disabilitas UTBK Unesa, Kamis (19/5/2022). Foto: Humas Unesa

Sebanyak 2.025 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Kamis (19/5/2022). Rinciannya, 1.000 peserta pada sesi 5 (pagi) dan 1.025 peserta pada sesi 6 (siang). Sebanyak 15 orang di antaranya merupakan peserta disabilitas.

“Ada 6 peserta tunanetra dan 9 peserta tunadaksa. Totalnya 15 peserta penyandang disabilitas yang mengikuti UTBK di Unesa. 11 di antaranya mengikuti tes pada sesi ke-5 hari ini. Yang 11 orang itu, ada 6 penyandang tunanetra dan 5 peserta yang tunadaksa,” terang Dr. Sukarmin, M.Pd Ketua Satuan Admisi Unesa.

Dia menambahkan, peserta disabilitas mengikuti sesi khusus, yaitu sesi ke-5 dan sesi ke-10. Tempatnya pun khusus yaitu di Training Center, Lantai 4, Gedung Rektorat, Unesa Kampus Lidah Wetan. Berdasarkan ketentuan, peserta disabilitas memang diberikan perlakuan khusus sesuai jenis kedisabilitasannya.

Bagi penyandang disabilitas disiapkan belasan relawan atau pendamping khusus yang langsung menyambut peserta di depan gedung tes. Pendamping tersebut bertugas untuk mengarahkan bahkan menuntun peserta sampai di depan ruangan tempat peserta melakukan ujian.

“Peserta datang di lokasi dengan prokes dan langsung disambut di depan gedung. Kami terlebih dahulu memperkenalkan diri ke peserta lalu tanya atau minta izinlah gitu. Biasanya untuk yang tunadaksa kami bantu bawakan tasnya dan menuntun sampai di depan ruangan tempat tes. Kami harus tanya dulu, peserta lebih nyaman dituntun seperti apa,” papar Anggi, salah satu pendamping.

Sukarmin menambahkan, untuk peserta disabilitas juga disiapkan perangkat khusus yang membantu peserta menjalankan tes, di antaranya reglet atau slate, stilus, kertas, headset dan software non-visual desktop access (NVDA) atau program screen reader yang memudahkan peserta tunanetra membaca soal ujian lewat suara.

“Yang tunadaksa kan tidak jadi persoalan saat tes. Nah, yang tunanetra ini yang perlu komunikasi khusus. Makanya kan panitia maupun pendamping itu dari PSLD Unesa atau dari Pendidikan Luar Biasa (PLB) yang memang punya kemampuan khusus di bidang ini. Itupun sebelumnya mereka sudah dibrieafing khusus,” jelas dosen FMIPA itu.

Dijelaskan Sukarmin, peserta mengikuti tes dengan aman dan lancar tanpa hambatan yang berarti. Peserta sudah menerapkan prokes dan membawa persyaratan sesuai ketentuan ujian. Selama pendampingan peserta pun sudah sesuai prokes.

Sukma Anugrah, peserta tunadaksa asal Nganjuk mengatakan untuk mengikuti UTBK dia menempuh perjuangan yang cukup menantang. Kendati jarak tempuh dari Nganjuk ke Surabaya lumayan jauh. Namun, demi cita-cita masa depannya dan demi kuliah di perguruan tinggi dia melewatinya dengan semangat dan penuh harapan.

Jauh-jauh hari sebelum ujian, Sukma sudah mempersiapkan diri dengan maksimal yaitu dengan melatih diri menjawab soal-soal.

“Ada tiga yang saya siapkan yaitu persiapan mental dengan minta dukungan orang terdekat, berdoa dan menenangkan diri. Lalu persiapan belajar memahami dan menjawab soal-soal. Terakhir, persiapan transportasi. Alhamdulillah tidak terlambat dan ujian lancar. Semoga hasilnya bisa maksimal dan bisa diterima di jurusan Tata Rias Unesa,” ucap Sukma.

Peserta tunanetra asal Surabaya, Renne menjelaskan bahwa mengikuti ujian memang membutuhkan support dari orang-orang terdekat, orang tua, keluarga maupun teman dekat. Dengan begitu, harapan dan ‘mimpi’ bisa terus terawat, motivasi pun bisa terus menyala.

“Motivasi dari dalam diri kadang juga perlu diperkuat dengan dorongan dari luar. Sehingga ada semangat untuk belajar maksimal,” ujarnya.

Renne melanjutkan, tesnya berjalan lancar dan mengaku sudah mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin sebelumnya. Dia berharap, hasil UTBK-nya sesuai harapan dan bisa mengantarkannya ke salah satu prodi impiannya, Tata Boga dan Seni Musik Unesa.(dfn/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Selasa, 5 Juli 2022
30o
Kurs