Minggu, 21 Juli 2024

IDAI Harap ke Depannya Banyak Inovasi Pilihan Vaksin Dengue

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Seorang warga binaan Lapas Kelas IIB Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT, saat menjalani pemeriksaan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) oleh petugas medis di Waikabubak, Rabu (19/1/2022). Foto: Antara

Dr Anggraini Alam, Sp.A(K) Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi & Penyakit Tropis – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)  berharap opsi vaksinasi dengue bisa semakin banyak dengan jangkauan lebih luas untuk masyarakat.

“Kami harap dengan berjalan waktu banyak inovasi pilihan vaksin dengue yang tersedia, yang dapat diberi pada masyarakat dengan rentang usia yang lebih luas, jumlah pemberian yang lebih sedikit serta biaya yang terjangkau.” kata Anggraini, seperti yang dikutip Antara, Rabu (20/7/2022).

Ia menjelaskan, saat ini ada satu produk vaksin dengue yang tersedia di Indonesia dan telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Vaksin tersebut tersedia untuk anak usia 9-16 tahun yang sudah terinfeksi dengue dengan tiga kali pemberian. Vaksin dengue sudah tersedia di rumah sakit dan dokter spesialis anak untuk rawat jalan.

Anggraini juga menegaskan, tindakan pencegahan lebih penting dibandingkan tindakan penyembuhan. Oleh karena itu, vaksin dengue adalah inovasi baru yang diperlukan dalam upaya mencegah penyakit dengue di Indonesia.

Dengue adalah penyakit demam tinggi yang mendadak dan disebabkan virus dengue lalu ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Selain demam tinggi, tanda-tandanya berupa nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, nyeri belakang mata, ruam di kulit, hilang nafsu makan, pendarahan dan mual serta muntah.

Pendarahan pada dengue bisa berupa mimisan, gusi berdarah, bintik-bintik merah kulit di daerah muka, leher, dada atau punggung atas, tinja berwarna hitam atau darah haid yang berlebihan.

Fase kritis penyakit dengue terjadi ketika demam mulai turun, di mana ada potensi terjadinya komplikasi pada Dengue antara hari ketiga hingga ketujuh. Pada fase kritis ada potensi komplikasi seperti syok karena perembesan plasma yang hebat, perdarahan otak, kelainan metabolik, kegagalan hati fulminan hingga syok berkepanjangan yang berujung kematian. (ant/des/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Minggu, 21 Juli 2024
24o
Kurs