Senin, 15 Juni 2026

Mahasiswa Siap Gelar Aksi Lanjutan Jika Tuntutan ke Gibran Tidak Ditindaklanjuti

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Muhammad Abdi Maludin Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Bung Karno (UBK) setelah bertemu Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden RI di Istana Wapres, Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Lea Citra suarasurabaya.net

Mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas MH Thamrin (UMHT) memberikan tenggat waktu lima kali 24 jam kepada Pemerintah untuk merespons berbagai tuntutan yang telah disampaikan langsung kepada Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden RI.

Jika tidak ada tindak lanjut konkret, mereka mengancam akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan secara berkelanjutan.

Tuntutan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara perwakilan mahasiswa dan Gibran di Kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Sebanyak 15 mahasiswa hadir membawa memorandum berisi sejumlah tuntutan yang menyoroti kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, ekonomi, hingga tata kelola program prioritas nasional.

Muhammad Abdi Maludin Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Bung Karno (UBK) mengatakan, selama pertemuan pihak mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi.

“Membekukan sementara pelaksanaan program akan bergizi gratis. Dan kebijakan Kedaulatan Pangan di wilayah terkait untuk audit transparansi. Sub yang kedua, mengalikan efisiensi anggaran tersebut guna menyubsidi UKT ataupun biaya operasional pendidikan tinggi demi mewujudkan pendidikan terjangkau,” kata Abdi di kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Abdi mengatakan, Gibran berjanji akan membawa aspirasi yang tertuang dalam lembaran momerandum yang diberikan Mahasiswa kepada Prabowo Subianto Presiden.

“Membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM pertamax di tingkat regional, karena terbukti menghancurkan daya beli domestik masyarakat. Nah, di dalam klausal ancaman dan saksi, apabila dalam waktu 5 kali 24 jam paling lambat Jumat, 19 Juni 2026 pihak juga melanggar atau tidak menunjukkan bukti. Maka pihak satu berhak mengatakan bahwa pihak telah cacat legitimasi moral dan mengkhianati kesepakatan kami,” ungkapnya.

Selama pertemuan yang terjadi sekitar satu jam tersebut, pihak Wapres menawarkan makan malam bersama. Namun, pihak mahasiswa menolak.

“Kami menolak. Karena saya tidak mau ada persepsi buruk terhadap kami. Kami menolak dengan bentuk apapun,” pungkasnya.

Berikut poin-poin yang disampaikan Mahasiswa kepada Gibran:
1. Mendesak pemerintah menghentikan sementara dan mengevaluasi keseluruhan program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

2. Mengalihkan efisiensi anggaran untuk menyubsidi UKT dan menciptakan pendidikan tejangkau

3. Mendesak peninjauan kembali Undang-Undang (UU) Kepolisian RI.

4. Memberhentikan praktik-praktik militerisme dan menegakkan supremasi sipil.

5. Pemerintah diminta mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.

6. Meninjau kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai membebani masyarakat Indonesia. Khususnya membatalkan kenaikan harga Petamax, karena dianggap menghancurkan daya beli masyarakat.(lea/saf/rid)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 15 Juni 2026
28o
Kurs