Senin, 6 Februari 2023

Pasien Puskesmas di Surabaya yang Datang Terlambat Akan Dilewati 10 Nomor Antrean

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Dari kiri ke kanan: dr Billy Daniel Messakh Direktur RSUD dr Soewandhie, Nanik Sukristina Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dan Esti Nugraheni pemerhati kesehatan saat berbincang di program Semanggi Suroboyo Radio Suara Surabaya, Jumat (2/12/2022). Foto: Dhafin suarasurabaya.net

Nanik Sukristina Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Surabaya mengatakan, pasien datang tidak tepat waktu atau terlambat dari nomor antrean menjadi salah satu problem utama yang dihadapi oleh Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) di Surabaya.

Sehingga ia berharap pasien bisa datang sesuai perkiraan waktu yang ditetapkan, supaya tidak ada penumpukan antrean yang membuat waktu pelayanan terlalu lama.

“Kalau (pasien) kelewat tetap dilayani tetapi menunggu sampai 10 pasien berikutnya. Diharapkan dengan aturan seperti itu pasien bisa datang tepat waktu dan tidak menunggu terlalu lama pasien berikutnya,” kata Nanik dalam program Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (2/12/2022).

Ia menambahkan, sistem ini sudah diberlakukan di semua Puskesmas di Surabaya.

Senada dengan Nanik, dr Billy Daniel Messakh Direktur RSUD dr Soewandhie juga menyoroti hal yang sama yaitu jam datang pasien tidak sesuai antrean. Ia mencontohkan, ada pasien yang sudah mendaftar lalu ditinggal berbelanja. Saat kembali ke RS ternyata antreannya sudah terlewat, dan pasien mengatakan sudah antre dari pagi.

Contoh lainnya, ada masyarakat yang datang jam 05.30 WIB bersama orang tuanya ke RS yang berada di Jl. Tambak Rejo itu. Setelah tiba di sana, kemudian orang tuanya di-drop lalu ia pergi bekerja. Sehingga petugas RSUD Soewandhie yang membantu pengurusan antreannya.

“Kami sedang menata agar jamnya sesuai dengan pasien datang. Soewandhie punya karakter pasien yang spesifik yang tidak bisa disamakan dengan RS lain. Di Soewandhie cukup punya Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kota Surabaya selesai masalah,” ujarnya.

Sehingga untuk mengatasi itu, ia mengatakan salah satu solusinya adalah menyiapkan tim pelayanan yang responsif untuk jemput bola menangani pasien yang sekiranya sudah menunggu lama tapi tidak kunjung ditangani.

Selain itu untuk menangani ribuan pasien yang berobat di RSUD dr Soewandhie tiap harinya, dengan waktu pelayanan mulai pukul 08.30 – 14.00 WIB dinilai tidak cukup. Sehingga opsi menambah jam layanan di poli tertentu akan dipertimbangkan.

“Kalau dulu kuota kita batasi, sekarang kita buka. Jadi pelayanan masuk terus dengan tenaga medis yang tetap. Ini yang sedang kita pikirkan bagaimana kita buka jam 14.00 WIB ke atas supaya pasien bisa terlayani,” pungkasnya.(dfn/ipg)

Berita Terkait