Jumat, 19 Agustus 2022

Paus Fransiskus Kutuk Kekejaman Perang Rusia-Ukraina dalam Misa Malam Paskah

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Paus Fransiskus dalam Misa Jumat Agung di Vatikan. Foto: Reuters

Paus Fransiskus mengutuk kekejaman perang di Ukraina pada momen Misa Malam Paskah, Sabtu (16/4/2022) waktu Vatikan. Paus tidak memimpin jalannya misa karena mengalami gangguan kesehatan di bagian kakinya.

Giovanni Battista Re Kardinal Italia menggantikan Paus memimpin prosesi kebaktian dalam kegelapan hampir menyeluruh di bagian tengah gereja terbesar Dunia Kekristenan itu.

Paus terlihat duduk di depan Basilika Santo Petrus di kursi putih besar. Dia selalu waspada dan berdiri selama pembacaan Injil.

Dia membaca Homili sambil duduk dengan suara normal, kemudian bangkit untuk membaptis tujuh orang yang memeluk Agama Katolik.

Misa Paskah antara lain dihadiri Ivan Fedorov Wali Kota Melitopol, Ukraina yang bulan lalu sempat ditahan pasukan Rusia, kemudian dibebaskan lewat pertukaran tahanan.

Paus berpaling dari teks yang disiapkan, lalu menyapa Fedorov, keluarganya dan tiga Anggota Parlemen Ukraina yang duduk di depan.

Pada momen itu, Paus berbicara tentang kegelapan perang dan kekejaman.

“Kami semua berdoa untukmu dan bersamamu. Kami berdoa karena ada begitu banyak penderitaan. Kami hanya bisa menemanimu, doa kami dan berkata kepadamu ‘jangan berkecil hati, kami menemanimu,” kata Fransiskus seperti dilansir Antara, Minggu (17/4/2022).

Dia mengakhiri dengan mengatakan “Kristus telah bangkit” dalam bahasa Ukraina.

Pihak Vatikan mengatakan Fransiskus bertemu secara pribadi dengan delegasi Ukraina sebelum Misa.

Paus yang sekarang berusia 85 tahun diketahui menderita linu panggul, yang menyebabkan nyeri pada satu kaki dan mengakibatkan kesulitan berjalan dengan normal.

Baru-baru ini, Paus Fransiskus juga mengalami sakit di lutut kanannya.

Sebelumnya, informasi resmi yang dirilis Vatikan pada Jumat (15/4/2022) mencantumkan Paus sebagai kepala Selebran (imam misa) pada kebaktian Sabtu malam.

Tapi, Vatikan tidak memberikan alasan resmi untuk perubahan itu.

Pada Jumat sore, Paus cukup sehat untuk berjalan di sepanjang lorong baik pada awal dan akhir kebaktian Jumat Agung di basilika tapi dia tidak bersujud di lantai seperti biasanya selama kebaktian itu.

Dia harus membatasi beberapa gerakannya selama perjalanan ke Malta pada awal April dan juga harus meminta seorang kardinal untuk menggantikannya dalam Misa pada Desember.

Beberapa kegiatan Pekan Suci, yang berpuncak pada Minggu, menandai pertama kalinya sejak 2019 publik diizinkan untuk hadir setelah dua tahun pembatasan Covid-19.

Pada Minggu Paskah, hari terpenting dalam kalender liturgi Kristen, Paus akan mengadakan Misa di Lapangan Santo Petrus dan kemudian menyampaikan pesan dan berkat ‘Urbi et Orbi’ (Kota dan Dunia) dua kali setahun.(ant/rid/dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Jumat, 19 Agustus 2022
29o
Kurs