Rabu, 10 Agustus 2022

Perdana Menteri Inggris Umumkan Tetap Hadiri G20, Meski Putin Datang

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Joko Widodo Presiden RI saat melakukan pertemuan bilateral dengan Boris Johnson Perdana Menteri Inggris, di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia COP26, di Glasgow, Skotlandia. Foto: Dok/Biro Pers Setpres

Borris Johnson Perdana Menteri Inggris dikabarkan akan tetap menghadiri Presidensi G20 di Bali, Indonesia, November mendatang, meski Vladimir Putin Presiden Rusia akan hadir dalam forum pemimpin 20 negara.

Mengutip dari Evening Standart, Kamis (29/ 6/2022), Borris Johnson mengatakan jika memboikot acara tersebut karena hadirnya Putin akan memberikan kesempatan “Propaganda” yang ditujukan kepada pemimpin Rusia tersebut. Selain itu, dia mengatakan bahwa negara Barat sangat perlu untuk menghadiri pertemuan tersebut, untuk membantu negara-negara yang mungkin jatuh di bawah pengaruh Rusia bahkan China.

“Saya akan benar-benar kagum jika Putin memutuskan untuk datang. Dia seorang pariah,” jelas Borris Johnson pada awak media.

Meski demikian, Perdana Menteri Inggris masih ragu, terkait potensi kedatangan Putin pada G20 November mendatang.

“Saya rasa dia tidak akan datang. Pertanyaannya adalah apakah kita sebagai negara-negara Barat mengosongkan kursi kita di G20 dan menyerahkan seluruh argumen ke China, ke Rusia? Saya pikir jika Anda mengosongkan sesuatu seperti G20, Anda berisiko menyerahkan kesempatan propaganda kepada orang lain,” tambahnya.

Sebagai informasi, Indonesia memegang kepresidenan bergilir G20 tahun ini dan Jakarta mendapat tekanan Barat untuk mengecualikan presiden Rusia dari pertemuan itu, setelah sebelumnya mengumumkan pada bulan April lalu bahwa Putin juga ikut diundang.

Indonesia, seperti kebanyakan negara berkembang utama, telah mencoba untuk mempertahankan posisi netral dalam konflik Rusia dan Ukraina.

Sementara itu, melansir setkab.go.id, dalam lawatannya di Ukraina, Rabu (29/06/2022), Joko Widodo Presiden (Jokowi) menyatakan bahwa kunjungan tersebut murni merupakan bentuk kepedulian masyarakat Indonesia pada negara tersebut.

Jokowi Presiden dan Ibu Iriana saat memberikan bantuan terhadap warga Ukraina yang terdampak perang, Rabu (29/6/2022). Foto: Biro Pers Setpres

“Saya sampaikan ke Zelensky Presiden bahwa kunjungan ini saya lakukan sebagai manifestasi kepedulian Indonesia terhadap situasi di Ukraina,” ujarnya dalam keterangan pers bersama Zelensky selepas pertemuan.

Ibu Iriana memeluk salah satu warga Ukraina yang menjadi korban perang dengan Rusia, Rabu (29/6/2022). Foto: Biro Pers Setpres

Setelahnya, Jokowi Presiden beserta ibu Iriana dan rombongan terbatas melanjutkan perjalan untuk kembali ke Polandia. Berangkat dengan menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) dari Stasiun Central Kyiv tepat pukul 19.00 waktu setempat, Presiden dan rombongan menuju Stasiun Przemysl Glowny di kota Przemysl, Polandia dan dijadwalkan tiba hari ini.

Dari Stasiun Przemysl Glowny, Presiden dan rombongan akan langsung menuju Bandar Udara Internasional Rzeszow-Jasionka, Polandia untuk kemudian melanjutkan lawatannya ke Moskow, Rusia. “Dalam kaitan ini, saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Zelensky Presiden untuk Putin Presiden yang akan saya kunjungi segera,” imbuhnya.

Jokowi menegaskan, posisi Indonesia sangat tegas menyangkut urusan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah. Walau tidak mudah, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan pentingnya penyelesaian damai, dan jangan sampai semangat perdamaian luntur. (bil/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Surabaya
Rabu, 10 Agustus 2022
25o
Kurs