Jumat, 21 Juni 2024

KSAL Resmikan Dua Kapal Perang untuk Perkuat Armada Laut Perairan Indonesia Timur

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Seremoni dalam peresmian Kapal Cepat Rudal (KCR) 60m ke-5 dan ke-6 PT PAL Indonesia di Dermaga Semenanjung Barat, Divisi Rekayasa Umum, Surabaya, pada Rabu (17/5/2023). Foto: Risky suarasurabaya.net

Laksamana TNI Muhammad Ali Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) secara resmi melakukan Shipnaming Kapal Cepat Rudal (KCR) 60m kelima dan keenam PT PAL Indonesia, di Dermaga Semenanjung Barat, Divisi Rekayasa Umum, Surabaya, Rabu (17/5/2023).

“Kedua kapal KCR 60m ini telah resmi diberi gelar KRI Kapak-625 dan KRI Panah-626,” ucap KSAL saat seremoni peresmian kapal perang.

Pemilihan nama kapal, kata Laksamana TNI Ali, merupakan simbol atas harapan dan cita-cita untuk kedua kapal tersebut. Ia menjelaskan, Kapak dan Panah diambil dari nama senjata tradisional suku Asmat Papua Barat, yang memiliki keunggulan kuat, kokoh, dan tajam digunakan sebagai simbol jati diri yang mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan di wilayah Papua bahkan NKRI.

“Penggunaan nama senjata tradisional dari Papua tersebut juga sebagai wujud kecintaan dan kebanggaan bangsa Indonesia sekaligus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari NKRI,” ujarnya.

Laksamana TNI Muhammad Ali Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Kaharuddin Djenod CEO PT PAL Indonesia dalam Shipnaming Kapal Cepat Rudal (KCR) 60m ke-5 dan ke-6 PT PAL Indonesia di Dermaga Semenanjung Barat, Divisi Rekayasa Umum, Surabaya, pada Rabu (17/5/2023). Foto: Risky suarasurabaya.net

Dengan nama itu, ia juga ingin kapal tersebut dapat mewujudkan filosofi Kapak yang tahan terhadap berbagai tantangan, baik tantangan alam maupun serangan musuh.

Sedangkan nama Panah sebagai senjata yang elastis, tidak dapat dibelokkan setelah dilepas, dan melesat cepat menuju sasaran.

“KRI Panah-626 sebagai simbol filosofi alat pertahanan dan berburu yang dapat membidik sasaran secara cepat, akurat, serta kemampuan fisik yang kuat dan tanpa ragu,” ungkapnya.

Laksamana Muhammad Ali mengatakan bahwa hadirnya kedua kapal perang itu, juga sebagai manifestasi dari upaya pemenuhan kebutuhan alutsista TNI Angkatan Laut sesuai dengan perencanaan strategi dan postur kekuatan yang telah ditetapkan.

“Dengan dibangunnya kedua kapal ini akan semakin meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Laut sebagai komponen utama pertahanan negara. Dalam mengamankan kepentingan nasional dan menjaga kedaulatan di laut,” ucapnya.

Sementara itu, Kaharuddin Djenod CEO PT PAL Indonesia menyatakan bahwa kedua kapal tersebut juga telah sukses menjalankan Sea Acceptance Test (SAT) dengan mampu mencapai kecepatan rata-rata melebihi kecepatan yang disyaratkan dalam kontrak.

“KRI Kapak-625 dan KRI Panah-626 merupakan proyek KCR 60 meter pertama yang efektif dalam satu kontrak, termasuk didalamnya pembangunan platform kapal, instalasi, dan integrasi senjata utama,” ucapnya.

Hal tersebut menurutnya, sekaligus menunjukkan bahwa dari sisi desain, performance dan stability tidak ditemukan masalah berarti.

“Justru pencapaian tersebut menjadi wujud improvement terhadap varian KCR 60m,” ucapnya.

Sebagai diketahui, kedua KCR 60m tersebut telah berhasil melalui beberapa rangkaian uji kelayakan Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT), hingga Life Firing Test (LFT).

Selain itu, juga dinyatakan lulus dalam Commodore Inspection yang merupakan pengujian terakhir oleh para perwira tinggi dari Kementerian Pertahanan RI, dan Mabes TNI AL dengan performa excellent. (ris/bil/ipg)

Berita Terkait

..
Surabaya
Jumat, 21 Juni 2024
28o
Kurs