Minggu, 3 Maret 2024

Pemkot Surabaya Terjunkan Dokter Hewan untuk Periksa Hewan Kurban

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
DKPP Surabaya menyuntikkan vaksin LSD ke hewan ternak sapi. Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Surabaya menerjunkan puluhan dokter hewan untuk memeriksa hewan kurban di seluruh Kota Surabaya.

Dokter Hewan Sunarno Aristono Kepala Bidang Peternakan Dinas KPP Kota Surabaya merinci, ada 17 dokter hewan dari dinas didampingi pihak kecamatan.

Kemudian 15 dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ditambah 30 mahasiswa dan 24 orang Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

“Semuanya menyebar dan kita sudah bagi per kecamatan,” tuturnya pada Kamis (22/6/2023).

Pemeriksaan yang berlangsung 19-27 Juni 2023 itu akan memeriksa antemortem untuk mendeteksi ada tidaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) sebelum hewan disembelih.

Kelengkapan administrasi jadi yang pertama diperiksa. Mulai dari Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asalnya, syarat vaksin PMK 1 kali, izin persetujuan lokasi kecamatan setempat, dan izin usaha yang diurus melalui sswalfa.surabaya.go.id.

Selanjutnya akan dicek kesehatan hewan dari fisiknya di bagian mata dan hidung.

“Setelah itu, kami melakukan pemeriksaan dari kepalanya, mulai dari matanya yang harus jernih tidak keluar air mata atau belekan, daerah hidungnya juga tidak lembab, tidak kering dan juga tidak ingusan,” kata dia.

Selain itu, bagian mulut dan bibirnya. Aris menyebut bibir hewan tidak boleh ada luka atau lepuh, giginya juga harus tanggal yang menandakan hewan sudah berusia dua tahun atau dewasa. Sementara lidah tidak boleh ada luka dan tidak mengeluarkan air liur yang berbusa.

“Dilanjutkan ke bagian kakinya. Nah, di kakinya itu tidak boleh ada luka-luka. Kakinya juga harus sehat sehingga bisa berdiri dengan tegak. Kemudian bulu hewan itu juga harus mengilat, tidak berdiri, harus bersih dan mengilat,” ujarnya.

Tubuh hewan harus dipastikan sudah gemuk dan bentuk kotorannya padat, tidak diare. Selain itu tidak boleh ada benjolan maupun luka terutama di dada, perut, dan leher.

“Pada intinya kami melakukan pemeriksaan ini untuk memastikan bahwa hewan kurban itu aman dari PMK dan LSD. Karena di Kota Surabaya ini sampai sekarang sudah terbebas dari PMK dan LSD,” tegasnya.

Usai rangkaian pemeriksaan, tim akan memastikan kesehatan hewan kurban. Baru akan diberikan Surat Keterangan Sehat juga stiker yang menunjukkan lapak tersebut sudah diperiksa oleh dokter hewan.

“Alhamdulillah mulai dari hari pertama kita melakukan pemeriksaan hingga saat ini, semua hewan kurban di Surabaya sehat dan aman tidak ada yang indikasi kena PMK atau LSD,” tuturnya. (lta/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
27o
Kurs