Kamis, 25 Juli 2024

Tingkatkan Penjualan di Bulan Ramadan, UC Surabaya Latih Kelompok Usaha Bungurasih Buat Sajadah

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Universitas Ciputra (UC) Surabaya melatih kelompok usaha Bungurasih Homemade membuat sajadah untuk meningkatkan penjualan di bulan Ramadan. Foto: UC Surabaya

Berada di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri, Universitas Ciputra (UC) Surabaya mendorong peningkatan kemampuan Kelompok Usaha Bungurasih Handmade dalam membuat sajadah.

Upaya itu, dilakukan oleh Louisa Christine Hartanto dosen Ilmu Komunikasi dan Soelistyowati dosen Fashion Product Design and Business, kepada 10 anggota Kelompok Usaha Bungurasih Homemade melalui pelatihan.

“Bulan Ramadan bulan penuh berkah, hendaknya disii dengan kegiatan yang penuh manfaat. Kali ini, melatih Kelompok Usaha Bungurasih Handmade membuat sajadah anak dengan motif lucu dan paduan warna yang menarik,” kata Louisa Christine Hartanto dalam keterangan yang diterima, Sabtu (6/4/2024).

Pelatihan tersebut, kata dia, sebagai upaya untuk mendorong penjualan agar lebih meningkat. Mengingat, berada di momentum yang tepat yakni Ramadan dan menjelang Idulfitri.

“Selain mendapat tambahan ilmu dan keterampilan, kelompok usaha Bungurasih Handmade juga mendapat tambahan 3 mesin jahit yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan proses produksi yang ada. Dari awal memiliki 5 mesin, kini kelompok usaha tersebut memiliki 8 mesin jahit,” ujarnya.

Sementara itu, Soelistyowati menambahkan bahwa dalam pelatihan membuat sajadah itu, warga juga dikenalkan dengan cara memanfaatkan kain perca sebagai motif dan hiasan pada sajadah anak.

Selain itu, juga ditekankan pentingnya evaluasi hasil produk, selain fokus pada pembuatan pola dan proses menjahit.

“Proses pelatihan tidak ada kesulitan karena mereka sudah punya dasar kemampuan menjahit. Hanya saja ibu-ibu peserta ini perlu diasah kemampuan dalam padu-padan warna sehingga tapilan akhirnya menarik secara warna dan bentuk aplikasi kain percanya sebagai hiasan,” jelasnya.

Dengan upaya itu, ia berharap bisa mendukung peningkatan pendapatan kelompok usaha Bungurasih melalui produk sajadah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Deka salah satu peserta pelatihan dari kelompok usaha Bungurasih mengaku senang bisa mendapatkan tambahan ilmu menjahit.

Produk sajadah hasil jahitannya itu, sudah dijual melalui kelompok usaha ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Bungurasih.

“Sajadah anak dibandrol Rp40 ribu hingga Rp60 ribu. Dan ini juga sudah dipasarkan secara online melalui salah satu marketplace,” pungkasnya.(ris/iss)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Kamis, 25 Juli 2024
31o
Kurs