Petugas kemudian melakukan pendalaman dan melacak pergerakan barang hingga akhirnya mengungkap temuan sebuah gudang di Cerme, Gresik yang dijadikan lokasi pembuatan narkotika.
Kepala BNN RI juga menyebut modus operandi sindikat narkotika internasional ini sangat terorganisir dan memanfaatkan jalur perdagangan resmi untuk menyamarkan aktivitas ilegalnya.
Para pelaku tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional dalam menyelundupkan narkotika. Untuk mengelabui petugas, narkotika disembunyikan di dalam komoditas impor yang dilengkapi dokumen kepabeanan resmi.
“Barang disamarkan di antara tumpukan koper dan latex, dan dokumen kepabeanan yang sah,” ujarnya.
Sementara itu Irjen Pol Aswin Sipayung Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI menjelaskan, efek samping penggunaan narkotika ini bisa menyebabkan masalah terhadap saraf otak, paru-paru hingga psikologi.
“Efek sampingnya menurut medis ini akan menyerang saraf otak, kemudian paru-paru dan juga psikologi bagi pengguna. Kalau aku bisa berakibat fatal ya untuk psikologinya,” ucapnya.(wld/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

