Selasa, 8 September 2026

Ahli Geologi ITS: 4 Gunung Api Erupsi Bersamaan Bukan Saling Memicu, Sistem Magmanya Berbeda

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). Foto: Badan Geologi

Material magma yang keluar ke permukaan kemudian mengalami pendinginan secara cepat. Proses itu dapat menghasilkan material berupa pecahan menyerupai kaca atau gelas vulkanik yang perlu diwaspadai masyarakat.

Sementara mengenai kemungkinan gempa bumi besar memicu aktivitas vulkanik di gunung api lain, Haris mengatakan hal tersebut secara ilmiah tetap mungkin terjadi, terutama apabila lokasi gunung api relatif berdekatan dengan sumber gempa.

Dia mencontohkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, guncangan gempa dapat memengaruhi sistem vulkanik tertentu jika berada dalam kondisi dan lokasi yang memungkinkan.

“Kita tahu ada gempa di NTT 7,7 SR. Apa bisa memengaruhi aktivitas vulkanik? Bisa jadi iya bila lokasi gunung api relatif berdekatan,” katanya.

Namun, dia menegaskan empat gunung api yang erupsi dalam waktu berdekatan tidak berkaitan langsung dengan gempa tersebut karena lokasinya relatif jauh.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 8 September 2026
34o
Kurs