Selasa, 8 September 2026

Ahli Geologi ITS: 4 Gunung Api Erupsi Bersamaan Bukan Saling Memicu, Sistem Magmanya Berbeda

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). Foto: Badan Geologi

“Kita perlu bersyukur sistem kebumian kita lengkap sehingga bisa dimanfaatkan. Sekarang waktunya gunung-gunung beroperasi. Suatu saat akan berhenti, kita beraktivitas semula,” katanya.

Karena karakter setiap gunung api berbeda, Haris mengingatkan pentingnya pemantauan aktivitas vulkanik oleh lembaga terkait.

“Oleh karena itu setiap gunung api sudah ada pos pemantauan PVMBG,” ujarnya.

Dari fenomena erupsi sejumlah gunung api tersebut, Haris menilai masyarakat perlu meningkatkan pemahaman mengenai ilmu kebumian. Aktivitas gunung api merupakan bagian dari dinamika Bumi yang harus dipahami berdasarkan kajian ilmiah, bukan semata-mata dikaitkan dengan dugaan atau spekulasi.

“Pelajaran yang perlu kita pahami, Bumi perlu erupsi gunung api. Aktivitas kebumian, masyarakat bisa lebih aware dengan ilmu kebumian disebarluaskan,” tutupnya. (lta/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 8 September 2026
34o
Kurs