Haris juga menjelaskan kemungkinan gempa bumi besar memengaruhi aktivitas vulkanik tertentu. Hal itu secara ilmiah dapat terjadi apabila gunung api berada relatif dekat dengan sumber gempa dan kondisi sistem vulkaniknya memungkinkan.
“Kita tahu ada gempa di NTT 7,7 SR. Apa bisa memengaruhi aktivitas vulkanik? Bisa jadi iya bila lokasi gunung api relatif berdekatan,” katanya.
Namun, Haris menegaskan empat gunung api yang mengalami erupsi dalam waktu berdekatan tidak berkaitan langsung dengan gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jarak antara lokasi gunung api dan sumber gempa tersebut relatif jauh.
Di sisi lain, aktivitas gunung api merupakan bagian dari proses kebumian yang telah berlangsung sangat lama. Haris menyebut fenomena gunung api dan gempa bumi telah ada sejak Bumi terbentuk sekitar empat miliar tahun lalu.
“Terkait dengan apa yang terjadi di Bumi kita, gunung api, gempa bumi, itu terjadi sejak empat miliar tahun lalu sejak Bumi terbentuk,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

