Efek Asap Karhutla Berkepanjangan, Paling Parah Bisa Sebabkan Kanker
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:30 WIB
Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, terpantau dari udara. Foto: Humas Kementerian ESDM
Menurutnya, fenomena erupsi yang terjadi perlu menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ilmu kebumian, bukan memperkuat dugaan yang belum memiliki dasar ilmiah.
“Pelajaran yang perlu kita pahami, Bumi perlu erupsi gunung api. Aktivitas kebumian, masyarakat bisa lebih aware dengan ilmu kebumian disebarluaskan,” tutupnya. (lta/ham)