Kamis, 16 Juli 2026

Bahlil Akan Prioritaskan Gas Produksi Masela untuk Kebutuhan Domestik

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Bahlil Lahadalia (kanan) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi keterangan setelah acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela yang digelar di Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). Foto: Antara

Lebih lanjut, Bahlil mengalokasikan 40 persen gas Masela untuk diekspor. Salah satu negara tujuan ekspor dari Masela adalah Jepang.

“Terutama Jepang, karena mereka melakukan investasi. Jadi, kami prioritas negara pilihan pertama dari Inpex adalah Jepang. Apalagi kami kan mitra,” kata Bahlil.

Terkait dengan harga gas, ia menyampaikan masih dalam proses negosiasi. Akan tetapi, untuk pupuk, ia menyampaikan akan berada di kisaran 6–7 dolar AS per MMBTU.

“LNG-nya memang dia akan memakai formulasi ICP (Indonesian Crude Price/harga rata-rata minyak mentah Indonesia). Tetapi, yang saya inginkan adalah proses bahan bakunya dari sini, sekalipun nilai rendah, tetapi nilai tambahnya akan terjadi di sini,” ujar Bahlil.

Proyek LNG Abadi Masela sendiri direncanakan menghasilkan LNG mencapai 9,5 juta ton per tahun, ditambah kondensat hingga 35 ribu barel per hari, dan gas alam sekitar 150 juta kaki kubik per hari.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 16 Juli 2026
28o
Kurs