Lebih lanjut, Bahlil mengalokasikan 40 persen gas Masela untuk diekspor. Salah satu negara tujuan ekspor dari Masela adalah Jepang.
“Terutama Jepang, karena mereka melakukan investasi. Jadi, kami prioritas negara pilihan pertama dari Inpex adalah Jepang. Apalagi kami kan mitra,” kata Bahlil.
Terkait dengan harga gas, ia menyampaikan masih dalam proses negosiasi. Akan tetapi, untuk pupuk, ia menyampaikan akan berada di kisaran 6–7 dolar AS per MMBTU.
“LNG-nya memang dia akan memakai formulasi ICP (Indonesian Crude Price/harga rata-rata minyak mentah Indonesia). Tetapi, yang saya inginkan adalah proses bahan bakunya dari sini, sekalipun nilai rendah, tetapi nilai tambahnya akan terjadi di sini,” ujar Bahlil.
Proyek LNG Abadi Masela sendiri direncanakan menghasilkan LNG mencapai 9,5 juta ton per tahun, ditambah kondensat hingga 35 ribu barel per hari, dan gas alam sekitar 150 juta kaki kubik per hari.

NOW ON AIR SSFM 100

