Jumat, 18 September 2026

BGN Siapkan Lokapasar Bahan Baku MBG dengan Tujuh Komoditas Prioritas

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Sudaryono Kepala BGN. Foto: Antara

Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan lokapasar atau marketplace khusus bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan yang digunakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sudaryono Kepala BGN mengatakan, ada tujuh komoditas yang menjadi prioritas dalam sistem itu, yakni beras, minyak goreng, ayam, telur, daging, ikan, dan susu.

“Kenapa ini menjadi penting? Karena protein hewani ini harus special handling. Kalau penanganannya enggak benar, ini menyebabkan gangguan kesehatan, dan target kita untuk mencapai gizi yang baik ini kemudian tidak bisa kita capai,” kata Sudaryono dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (17/9/2026) dikutip Antara.

Menurutnya, standar penanganan bahan pangan, terutama protein hewani, masih berbeda-beda di tingkat distributor. Ia mencontohkan distribusi ayam potong. Ada distributor yang mengartikan produk fresh sebagai ayam yang dikirim dalam kondisi dingin, sementara ada pula yang menganggap fresh berarti baru disembelih.

Selain menjaga kualitas bahan pangan, lokapasar juga diharapkan mencegah penyimpangan dalam pengadaan kebutuhan MBG.

Sudaryono menegaskan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak boleh digunakan sebagai bahan baku program MBG.

“Jadi belanjanya itu menggunakan sistem sehingga tidak ada lagi hanky-panky, tidak ada lagi minta kickback, tidak ada lagi beli kualitasnya jelek tapi diakui tinggi, diakui bagus, supaya dia ngambil untung dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sistem lokapasar itu terinspirasi dari Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) yang digunakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk pengadaan barang sekolah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

BGN juga akan menerapkan mekanisme penjual terverifikasi atau verified seller. Verifikasi dilakukan dengan melibatkan asosiasi sesuai jenis komoditas.

“Jadi kami mengadopsi sesuatu yang memang sudah berjalan dan nanti ada zonasi, Pak. Jadi orang itu termasuk asosiasi petelur, asosiasi ayam, dan lain-lain sebagainya itu sudah kami undang dan responsnya positif,” kata Sudaryono. (ant/bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 18 September 2026
27o
Kurs