Sudaryono menegaskan, proses pemeriksaan tidak boleh dipercepat dengan mengabaikan standar yang sudah ditetapkan. Sebab, keamanan pangan berkaitan langsung dengan keselamatan penerima manfaat, khususnya anak-anak.
“Sisanya ada sekitar 3.000 yang saat ini sudah mendaftar, sekarang sedang dicek oleh dinas kesehatan masing-masing, yang kemudian kami tunggu, apabila dia tidak layak, maka mohon maaf, ini urusan nyawa seseorang, nyawa anak-anak kita, itu tidak bisa kita tolong lagi,” ujarnya.
Lebih lanjut, BGN mengapresiasi pemerintah daerah yang ikut membantu pengawasan dan penanganan persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.
Sudaryono menegaskan, BGN menerapkan prinsip tanpa toleransi terhadap kasus keracunan yang terjadi dalam program tersebut.
“Kami sampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kami dari BGN. Intinya, kami juga ingin menegaskan bahwa keinginan kami adalah zero tolerance terhadap adanya kasus keracunan di kemudian hari,” katanya. (ant/bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

