Senin, 31 Agustus 2026

Bukan Ditabur Langsung, Tepung Singkong Perlu Dimodifikasi untuk Padamkan Karhutla

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi tepung singkong atau tapioka. Foto: Alodoc

Karena itu, penggunaan tapioka pada kebakaran hutan yang mencapai puluhan hingga ratusan hektare, akan butuh bahan dalam jumlah sangat besar.

Tantangan lainnya adalah singkong merupakan bahan pangan. Penggunaan dalam skala masif untuk pemadaman kebakaran dikhawatirkan berbenturan dengan pemenuhan kebutuhan dan harga pangan. Karenanya, Hendro menyarankan BRIN tidak hanya berfokus pada singkong, tetapi juga meneliti biomassa nonpangan lain.

“Singkong ini kan makanan juga. Biomassa yang (dari) makanan. Jadi nanti (dikhawatirkan) ada kontradiksi antara kebutuhan manusia dan yang lain. Saya enggak tahu apakah mungkin teman-teman di Kalimantan punya bahan biomassa yang lain, yang mungkin bisa diolah. Mungkin Brin punya gitu, jadi tidak apa merugikan di satu daerah,” ujarnya.

Menurutnya, potensi bahan lokal perlu terus dieksplorasi, agar teknologi retardan dapat dikembangkan tanpa menimbulkan persoalan baru pada kebutuhan pangan. “Indonesia itu kaya dengan biomassa yang lain,” katanya.

Selain pengembangan teknologi, Hendro menilai penanganan karhutla tetap membutuhkan keterlibatan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Ia juga mendorong para peneliti untuk tidak berhenti pada satu jenis bahan atau satu penelitian saja, mengingat persoalan karhutla terus berulang.

“Memang tugasnya begitu. Jangan berhenti di sini. Masalah itu menyelesaikan masalah belum. Tapi problem itu bertahun-tahun ada,” ujarnya. (bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 31 Agustus 2026
32o
Kurs