Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana memanggil seluruh pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seluruh kota/kabupaten buntut keracunan massal terhadap 664 santri dan pelajar di Kabupaten Sidoarjo.
Adhy Karyono Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur menjelaskan, langkah tersebut diambil karena masih terjadinya kasus keracunan meskipun dapur telah mengantongi SLHS dan sarana prasarana sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
“Pertama, sebagai pemerintah, ini terjadi kesekian kalinya. Tentu sangat prihatin. Walaupun SLHS sudah, pengawasan sudah dilakukan, ternyata di luar kemampuan kami juga mereka melakukan sesuatu yang berakibat fatal,” ujar Adhy dalam pernyataannya, Kamis (3/9/2026).
Adhy menegaskan, pemerintah provinsi tidak ingin kasus keracunan berhenti pada tahap pemberian sanksi saja. Namun evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur MBG menjadi fokus utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Saat ini, Satgas MBG masih melakukan pendalaman dan telah melaporkan kasus secara berkala kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

NOW ON AIR SSFM 100

