Kamis, 3 September 2026

Buntut Keracunan Massal Sidoarjo, Sekdaprov akan Panggil Pengelola Dapur MBG se-Jatim

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Sejumlah santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam mendapatkan perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi MBG, Selasa (1/9/2026). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana memanggil seluruh pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seluruh kota/kabupaten buntut keracunan massal terhadap 664 santri dan pelajar di Kabupaten Sidoarjo.

Adhy Karyono Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur menjelaskan, langkah tersebut diambil karena masih terjadinya kasus keracunan meskipun dapur telah mengantongi SLHS dan sarana prasarana sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).

“Pertama, sebagai pemerintah, ini terjadi kesekian kalinya. Tentu sangat prihatin. Walaupun SLHS sudah, pengawasan sudah dilakukan, ternyata di luar kemampuan kami juga mereka melakukan sesuatu yang berakibat fatal,” ujar Adhy dalam pernyataannya, Kamis (3/9/2026).

Adhy menegaskan, pemerintah provinsi tidak ingin kasus keracunan berhenti pada tahap pemberian sanksi saja. Namun evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur MBG menjadi fokus utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Saat ini, Satgas MBG masih melakukan pendalaman dan telah melaporkan kasus secara berkala kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

“Sebetulnya penyelidikan dulu, seperti apa faktor penyebab keracunan tersebut. Kita berharap ada ketegasan kemudian tidak akan terjadi lagi kasus semacam ini,” tegasnya.

Ia memastikan Pemprov Jatim bakal memperketat pengawasan terhadap pengelolaan dapur MBG dengan memanggil seluruh pengusaha dan pengelola untuk mengevaluasi kepatuhan terhadap aturan.

Pengawasan tersebut akan berfokus pada proses pengolahan makanan, kondisi dapur hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP).

“Memanggil seluruh pengelola dapur, kemudian memastikan kembali apakah aturan-aturan sudah ditaati dan SOP dari pengelolaan masak, dapur dan semua aturan sudah ditaati atau belum,” tutur Adhy.

Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat memperketat operasional dapur dan memitigasi terjadinya kasus keracunan supaya tidak kembali terulang.

“Ke depan kita tidak bisa lagi kalau terjadi sesuatu hanya sampai terjadi sesuatu kemudian punishment. Tetapi kita betul-betul dicek secara berkala kondisi dapur tersebut,” ungkapnya.

Sebagai informasi, ratusan santri dan pelajar di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo mengalami keracunan diduga usai menyantap menu MBG pada Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan data terbaru Dinkes Sidoarjo, kasus keracunan diduga akibat MBG sudah tembus 664 orang pada hari ini. Dari total tersebut, 581 orang sudah diperbolehkan pulang, sedangkan 77 korban masih harus menjalani perawatan.(wld/lta/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Kamis, 3 September 2026
31o
Kurs