Jumat, 17 Juli 2026

Cegah Putus Kuliah Karena Orang Tua Meninggal, UC Surabaya Gelontorkan Rp1,9 Miliar

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) oleh Universitas Ciputra (UC) Surabaya dengan memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa yang orang tuanya meninggal dunia, UC Surabaya, Jumat (17/7/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Sebagai upaya mencegah anak putus kuliah karena orang tua meninggal dunia, Universitas Ciputra (UC) Surabaya memberi perlindungan berupa penanggung biaya pendidikan.

Michael Herry Tera Vice Rector for Operations, Technology, and Resources UC mengatakan, saat ini sudah ada 18 mahasiswa yang menerima manfaat dari program perlindungan biaya pendidikan tersebut dengan total nilai pertanggungan mencapai Rp1,9 miliar.

“Kehilangan sosok pencari nafkah tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga. Namun kami percaya, musibah tidak boleh memutus kesempatan mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan hingga lulus,” katanya dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di UC Surabaya, pada Jumat (17/7/2026).

Tera menjelaskan, mahasiswa yang orang tuanya meninggal cukup melapor ke program studi atau bagian finance dengan melengkapi dokumen seperti akta kematian dan kartu keluarga.

“Setelah proses administrasi selesai, dananya akan cair dan dipakai untuk pembiayaan kuliah sampai mereka di semester delapan selesai,” ucapnya.

Program tersebut, kata dia, tidak mensyaratkan indeks prestasi akademik maupun prestasi nonakademik tertentu.

“Program ini benar-benar kami berikan kepada semua mahasiswa. Kami tidak melihat nilainya bagaimana atau prestasinya bagaimana. Semua mahasiswa mendapatkan perlindungan ini,” ujarnya.

Saat ini, kampus telah mendaftarkan lebih dari 4.500 mahasiswa mahasiswa ke dalam program perlindungan tersebut.

Sementara itu, Hengky Djojosantoso President Director PT Asuransi Ciputra Indonesia atau Ciputra Life berharap langkah tersebut bisa memberi kepastian bagi mahasiswa untuk tetap melanjutkan pendidikan meski keluarga menghadapi risiko kehilangan pencari nafkah.

Kehilangan orang tua, lanjut dia, tidak seharusnya menghentikan kesempatan mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan, sehingga menurutnya perlu perlindungan biaya pendidikan agar mahasiswa bisa tetap melanjutkan kuliah hingga lulus meski menghadapi musibah.

“Harapannya, kehilangan orang tua tidak berarti anak harus putus sekolah, tetapi anak bisa tetap melanjutkan sekolahnya sampai selesai,” pungkasnya.(ris/wld/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 17 Juli 2026
28o
Kurs