Aries menjelaskan, peserta berasal dari dua jalur seleksi, yakni melalui Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang berlangsung secara berjenjang dari tingkat sekolah hingga nasional, serta seleksi langsung oleh industri melalui InaSkills yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Seluruh peserta yang telah ditetapkan sebagai kontingen Indonesia menjalani training center (TC) bersama industri sebagai bagian dari persiapan. Program tersebut telah dimulai sejak April di China dan akan dilanjutkan dengan sesi sparing di Korea Selatan pada Juli.
Seebagian peserta Indonesia telah memiliki pengalaman bertanding di WorldSkills ASEAN, bahkan ada yang berhasil meraih medali emas sebelum lolos ke WorldSkills tingkat dunia.
“Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal menghadapi persaingan di Shanghai,” ucapnya.
Seperti diketahui, tujuh wakil Jatim yang memperkuat kontingen Indonesia berasal dari sejumlah SMK di Malang, Sidoarjo, dan Ponorogo. Mereka akan berlaga pada 64 bidang kompetensi, mulai dari manufaktur dan teknologi rekayasa, teknologi informasi dan komunikasi, konstruksi, transportasi dan logistik, seni kreatif dan fesyen, hingga layanan sosial dan personal di Shanghai pada pada 22–27 September 2026 mendatang.(ris/iss/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

