Jawa Timur juga memiliki hampir 800 ribu perusahaan dari berbagai skala. Sekitar 75 persen di antaranya merupakan perusahaan kecil, sedangkan perusahaan menengah dan besar berada di kisaran 10 hingga 15 persen.
Sigit mengatakan, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur juga masih berada di bawah angka nasional. Kondisi tersebut didukung pertumbuhan industri di sejumlah wilayah, terutama kawasan yang selama ini menjadi pusat industri seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Pasuruan.
Menurut Sigit, pemerintah perlu menghubungkan pertumbuhan investasi dengan kebutuhan tenaga kerja melalui peningkatan kompetensi. Jawa Timur saat ini memiliki 16 Balai Latihan Kerja (BLK) yang dikelola pemerintah provinsi, selain BLK milik pemerintah kabupaten/kota dan Kementerian Ketenagakerjaan di Jawa Timur.
“Ini sebenarnya yang harus kita optimalkan, kita maksimalkan. Ada investor yang masuk, peluang kerja yang banyak, itu nanti kita akan menyambung,” ujarnya.
Selain menyerap tenaga kerja di dalam negeri, peluang bekerja di luar negeri juga dinilai dapat membantu mengurangi pengangguran. Sigit menyebut terdapat sekitar 60 ribu hingga 70 ribu pekerja migran asal Jawa Timur yang saat ini bekerja di luar negeri.
NOW ON AIR SSFM 100

