“Kalau kita berangkatnya sudah undocumented, enggak ada data lengkap, itu yang kebanyakan seperti itu. Banyak jenazah yang dikirim tapi KTP-nya aspal, asli tapi palsu. Nah, ini kan menyulitkan. Pemerintah harus hadir tapi dokumennya enggak,” kata Sigit.
Karena itu, Sigit menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar.
Di tengah percepatan digitalisasi, menurut dia, kebutuhan kompetensi tenaga kerja juga semakin berubah. Pemerintah perlu menyiapkan tenaga kerja lebih awal agar mampu menangkap peluang kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
“Apalagi dipaksa dengan era digitalisasi. Semua pekerjaan sudah bukan manual lagi. Itu harus kita siapkan lebih awal untuk menangkap peluang pasar baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujarnya. (saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

