Ida Widayati Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya menambahkan, program tersebut juga tindak lanjut dari surat edaran Wali Kota Surabaya yang mengajak ayah mengambil rapor dan mengantar anak ke sekolah.
Menurutnya, langkah itu menjadi salah satu strategi Pemkot Surabaya untuk meminimalisir fenomena fatherless yang dinilai dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.
“Selama ini apa-apa ibunya. Sekarang peran ayah harus ditingkatkan dan kedekatan ayah dengan anak juga harus dibangun lagi,” katanya, Minggu.
Ida mengatakan, sejumlah kasus yang ditangani DP3A menunjukkan kurangnya keterlibatan ayah dalam keluarga dapat berdampak pada kondisi psikologis anak hingga memicu perilaku menyimpang.
Oleh karena itu, DP3A berkolaborasi dengan Dispendik untuk memperkuat peran ayah melalui berbagai program parenting.








