Minggu, 12 Juli 2026

Dispendik dan DP3A Surabaya Gaungkan Gerakan Ayah Mengantar Anak saat MPLS

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Seorang ayah mendampingi puteranya dalam pembagian kelas Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Pakis III, Kecamatan Sawahan, Surabaya pada Senin (14/7/2025) pagi. Hal ini selaras dengan program SEBAYA, atau Sekolah Bersama Ayah,oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Foto: Shava suarasurabaya.net

Dinas Pendidikan (Dispendik) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya menggaungkan gerakan “Ayah Mengantar Anak ke Sekolah” pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026) besok.

Febrina Kusumawati Kepala Dispendik Kota Surabaya mengatakan, gerakan tersebut merupakan tindak lanjut program dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) yang bertujuan membangun emosional antara ayah dan anak.

“Besok hari Senin kembali dilaksanakan. Ayah diminta mengantar anak ke sekolah di hari pertama agar anak merasa bangga karena didampingi ayahnya sampai ke sekolah,” katanya pada Minggu (12/7/2026).

Ia memastikan, Dispendik mendukung penuh pelaksanaan gerakan tersebut. Bahkan, selain mendorong ayah mengantar anak ke sekolah, sebelumnya juga sudah melibatkan ayah dalam program mengambil rapor anak pada akhir semester lalu.

“Selama ini yang lebih banyak menangani anak adalah ibu. Kehadiran ayah menjadi penyeimbang yang luar biasa. Harapannya, sebelum berangkat kerja ayah masih bisa mengantar anak sampai gerbang sekolah, ada salam, ada pelukan, sehingga terjalin kedekatan secara hati,” ujarnya.

Ida Widayati Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya menambahkan, program tersebut juga tindak lanjut dari surat edaran Wali Kota Surabaya yang mengajak ayah mengambil rapor dan mengantar anak ke sekolah.

Menurutnya, langkah itu menjadi salah satu strategi Pemkot Surabaya untuk meminimalisir fenomena fatherless yang dinilai dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

“Selama ini apa-apa ibunya. Sekarang peran ayah harus ditingkatkan dan kedekatan ayah dengan anak juga harus dibangun lagi,” katanya, Minggu.

Ida mengatakan, sejumlah kasus yang ditangani DP3A menunjukkan kurangnya keterlibatan ayah dalam keluarga dapat berdampak pada kondisi psikologis anak hingga memicu perilaku menyimpang.

Oleh karena itu, DP3A berkolaborasi dengan Dispendik untuk memperkuat peran ayah melalui berbagai program parenting.

Pada pelaksanaan sebelumnya, Ida mengatakan bahwa respons masyarakat positif. DP3A memantau pengambilan rapor di beberapa sekolah sudah diambil langsung oleh ayah.

“Alhamdulillah responsnya baik sekali. Itu menjadi kesempatan bagi kami menyampaikan pesan kepada ayah agar terus menjalin komunikasi dengan anaknya. Nanti akan kami kuatkan lagi melalui parenting, terutama bagi orang tua siswa baru,” ujarnya.

Bagi anak yang tidak memiliki ayah atau ayahnya berhalangan hadir, Pemkot juga memberikan ruang agar sosok laki-laki terdekat dalam keluarga, seperti kakek atau paman, dapat mendampingi anak ke sekolah.

Ida menegaskan, perhatian ayah memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang sehat. Menurutnya, kehadiran ayah dan ibu dalam pengasuhan akan membuat anak merasa aman, mendapatkan kasih sayang, serta mendukung perkembangan psikologisnya secara optimal. (ris/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 12 Juli 2026
27o
Kurs