“Selain memang dia berat, kita juga pasang ya ada semacam las yang kunci yang kita di kaki. Selain itu kita pakai baut ya yang kita pakai drat untuk kita kunci. Ada juga yang di las. Untuk menjaga supaya kursi itu jangan diambil ya tidak bergeser. Tapi kenyataan juga yo diambil (dimaling), ngambilnya pake las motong,” beber Fikser saat on air di program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (7/8/2026).
Ia juga mengungkapkan, laporan pencurian aset pemkot tidak hanya terjadi di taman, tetapi juga di sejumlah ruang publik, contohnya kawasan sepanjang Sungai Kalimas.

Ia menceritakan lampu lilit yang dipasang untuk menghias pepohonan dan tepi sungai kerap dicuri bersama kabelnya. Panjang kabel yang hilang bahkan dapat mencapai puluhan meter dalam satu kali kejadian.
“Lampu lilit itu kita pasang juga di Kalimas, di taman-taman. Itu hilang diambil. Kabelnya juga diambil semua. Hilangnya bukan satu meter, tetapi puluhan meter. Nah itu hilangnya yang di pinggir sungai, di pohon-pohon untuk jadi bagus,” kata

NOW ON AIR SSFM 100

