“Kalau media sosial contohnya kejadian kerengsengan di Tembok Dukuh itu yang sudah terjadi dulu dinaikin lagi. Nah, tetapi setelah kami konfirmasi itu adalah kejadian lama,” ujarnya.
Emil kemudian mencontohkan pola informasi akurat yang berasal dari laporan Kepala KPPG Surabaya saat menangani insiden di Kecamatan Tarik, Sidoarjo.
Menurutnya, laporan cepat itu memudahkan pemda untuk menelusuri penyebab keracunan yang disebabkan olahan makanan ayam.
“Nah, itu kemudian dirunut kronologinya memang ada kemudian ketidakcermatan sehingga ayam itu belum diolah secara maksimal. Dan ini tentu akan menjadi dasar bagi BGN untuk kemudian melakukan tindakan terhadap SPPG tersebut,” ucap Emil.
Untuk itu Emil berharap komunikasi antara Kepala KPPG dengan Satgas MBG terus diperkuat agar setiap perkembangan kasus dapat segera diketahui pemerintah daerah.
“Namun demikian setiap Kepala Satgas MBG di masing-masing kabupaten kota ini juga selalu mendapatkan update dari Dinkes (Dinas Kesehatan) dan Disdik (Dinas Pendidikan) masing-masing,” tandasnya. (wld/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

