Rafi Aufa Mawardi Dosen Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) menyatakan, kebijakan pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, melainkan juga menyentuh pemerataan infrastruktur sekolah.
Menurutnya, distribusi anggaran pendidikan saat ini cenderung diarahkan pada program yang menjadi prioritas pemerintah, sementara persoalan infrastruktur sekolah belum memperoleh perhatian yang proporsional.
“Potret tersebut menggambarkan anomali atau ketimpangan yang sistemik. Pemerintah hanya berfokus pada satu program, tetapi belum melihat persoalan pendidikan yang lebih besar, terutama terkait infrastruktur, fasilitas, dan sumber daya sosial yang menunjang proses belajar,” terangnya pada Selasa (28/7/2026).
Ia menilai, pemenuhan gizi dan fasilitas pendidikan yang layak merupakan aspek saling berkaitan dalam menciptakan pembelajaran yang optimal, sehingga menurutnya pemerintah perlu menyeimbangkan kebijakan agar peluang murid berkembang lebih besar.
Kondisi fasilitas sekolah yang kurang layak menurutnya bisa mengurangi kualitas belajar murid. Bahkan menurutnya, kondisi itu tidak hanya menghambat proses pembelajaran, tapi juga berpotensi mempengaruhi kondisi psikologis murid sehingga menurunkan motivasi belajar.

NOW ON AIR SSFM 100

