Selasa, 28 Juli 2026

Emil Dardak Minta Satgas Terus Perbarui Data Kasus Dugaan Keracunan MBG

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur saat ditemui awak media di Surabaya pada Selasa (28/7/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur menginstruksikan Kepala KPPG (Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan Satgas MBG (Makan Bergizi Gratis) terus memperbarui data kasus dugaan keracunan supaya segera dimonitor pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Emil usai mencuatnya kasus dugaan keracunan ratusan pelajar dari SD Negeri 1 Purwodadi dan SMP Negeri 1 Kras di Kabupaten Kediri sesudah mengkonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) pada Kamis (23/7/2026) lalu.

Dalam kasus ini, Wagub Jatim memastikan pemerintah daerah terus memantau perkembangan dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa.

Menurut Emil, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan penanganan awal kesehatan terhadap para penerima manfaat atau siswa berjalan maksimal.

“Harapan kami kedua KPPG nantinya akan terus memberikan update (kasus keracunan) kepada Satgas MBG untuk kemudian kita juga bisa mengetahui,” ujar Emil di Surabaya, Selasa (28/7/2026).

Emil menegaskan bahwa setiap kejadian luar biasa yang dipicu program MBG menjadi perhatian pemerintah daerah.

Termasuk memastikan penanganan kesehatan kepada penerima manfaat apabila mengalami gejala tertentu.

“Ya, semua kejadian. Jadi begini posisi Pemda ini fokus pertama adalah bagaimana penanganan kepada penerima manfaat. Jadi layanan kesehatan itu harus betul-betul sigap dalam merespons kejadian-kejadian luar biasa tadi seperti keluhan yang ada di Kediri,” ujar Emil.

Di sisi lain, Emil menyebut pemerintah selalu memverifikasi secara berlapis apabila menerima informasi dugaan keracunan.

Sebab sering kali kasus keracunan lama kembali beredar di media sosial sehingga mempengaruhi mekanisme penanganan.

“Kalau media sosial contohnya kejadian kerengsengan di Tembok Dukuh itu yang sudah terjadi dulu dinaikin lagi. Nah, tetapi setelah kami konfirmasi itu adalah kejadian lama,” ujarnya.

Emil kemudian mencontohkan pola informasi akurat yang berasal dari laporan Kepala KPPG Surabaya saat menangani insiden di Kecamatan Tarik, Sidoarjo.

Menurutnya, laporan cepat itu memudahkan pemda untuk menelusuri penyebab keracunan yang disebabkan olahan makanan ayam.

“Nah, itu kemudian dirunut kronologinya memang ada kemudian ketidakcermatan sehingga ayam itu belum diolah secara maksimal. Dan ini tentu akan menjadi dasar bagi BGN untuk kemudian melakukan tindakan terhadap SPPG tersebut,” ucap Emil.

Untuk itu Emil berharap komunikasi antara Kepala KPPG dengan Satgas MBG terus diperkuat agar setiap perkembangan kasus dapat segera diketahui pemerintah daerah.

“Namun demikian setiap Kepala Satgas MBG di masing-masing kabupaten kota ini juga selalu mendapatkan update dari Dinkes (Dinas Kesehatan) dan Disdik (Dinas Pendidikan) masing-masing,” tandasnya. (wld/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Surabaya
Selasa, 28 Juli 2026
28o
Kurs